Orang Tua Mesti “Hadir” dalam Pendidikan dan Pengasuhan Anak

oleh -
Diskusi Pola Asuh Anak di Desa Ponjong. Foto: Hari.
iklan dispar
Diskusi Pola Asuh Anak di Desa Ponjong. Foto: Hari.
Diskusi Pola Asuh Anak di Desa Ponjong. Foto: Hari.

PONJONG,(KH)— Maraknya kasus asusila seperti kekerasan seksual pada ada anak dan perempuan , adanya foto yang tidak senonoh, serta semakin banyaknya kejadian remaja yang hamil diluar nikah membuat prihatin semua kalangan. Orang tua pun semakin khawatir dengan anak anak mereka yang kini pergaulannya sangat luas dan tak terbatas ini.

Dalam rangka mendorong pencegahan kasus-kasus tersebut, Puskesmas 1 Ponjong secara proaktif menggelar penyuluhan pola pendidikan dan pengasuhan anak pada Senin (9/2/2015). Bekerjasama dengan PKK Padukuhan Tembesi Desa Pojong telah dilakukan diskusi dan penyuluhan bertema pentingnya “kehadiran” orang tua dalam pengasuhan dan pendidikan anak sebagai upaya pencegahan kehamilan di kalangan remaja.

Turut hadir sebagai narasumber Muhammad Thonthowi, Manajer Divisi Pengorganisasian Masyarakat dan Advokasi LSM Rifka Annisa. Ibu-ibu para anggota PKK sangat antusias mengikuti diskusi tersebut. Hal ini terbukti para ibu-ibu tersebut penuh semangat melakukan tanya jawab.

Dalam diskusi tersebut, Thonthowi mengatakan, semakin banyaknya kasus hamil diluar nikah di kalangan remaja ini merupakan peristiwa yang sangat memprihatinkan, karena berakibat banyak remaja putus sekolah, akhirnya menikah sebelum menyelesaikan pendidikannya.

“Orang tua harus benar-benar hadir untuk para anak. Berusaha lebih dekat lebih mengerti apa yang dirasakan anak, serta mengawasi pergaulan anak anaknya,” ujar Muhammad Thonthowi.

Ia menambahkan, kemajuan teknologi juga sangat berpengaruh dengan perilaku remaja saat ini. Selain handphone yang semakin canggih serta maraknya warnet yang tidak mengedepankan internet sehat telah membuka peluang para remaja bahkan anak-anak bisa mengakses situs-situs yang tidak layak dibuka untuk anak di bawah umur.

Dalam diskusi tersebut diperoleh pemahaman, bahwa pengawasan dari orang tua bukan untuk mengekang anak untuk menggunakan teknologi yang ada, tetapi lebih menyaring apa apa saja yang boleh dilihat atau diakses dan juga apa saja yang tidak boleh diakses oleh para anak. Sebagai contoh sederhana, saat anak pergi ke warnet dengan alasan mengerjakan tugas, maka tidak ada salahnya jika oramg tua mendampingi sehingga selain bisa mengawasi secara langsung tapi juga bisa mendekatkan diri dengan anak. (Hari)

Komentar

Komentar