Ngabuburit Di Taman Kuliner Wonosari

oleh -
Pedagang mulai membuka kios dan lapak saat sore hari di Bulan Puasa kali ini. KH/ Kandar
iklan dispar
Pedagang mulai membuka kios dan lapak saat sore hari di Bulan Puasa kali ini. KH/ Kandar
Pedagang mulai membuka kios dan lapak saat sore hari di Bulan Puasa kali ini. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)— Menunggu waktu berbuka puasa merupakan saat yang sangat menyenangkan. Terlebih saat bedug Maghrib berbunyi tersaji aneka menu masakan yang siap memanjakan lidah. Tak salah, kiranya Taman Kuliner menjadi pilihan tepat, baik dari sisi tempat untuk mengisi waktu menikmati sore dilanjutkan dengan menyantap berbagai aneka jenis kuliner.

Pada Bulan Ramadhan kali ini, pedagang kuliner mulai membuka lapaknya sekitar pukul 16.00 WIB. Ketua Perkumpulan Pedagang Kaki Lima Mandiri (PKLM), Heri Wahyu Aji mengatakan, masyarakat yang berduyun-duyun datang dapat memilih kuliner sesuai selera.

“Puluhan jenis kuliner menanti, Ayam goreng dan bakar, bakmi jawa, sate ayam dan kambing, burjo, sea food, menu angkringan, dan lainnya,” katanya saat ditemui di Komplek Taman Kuliner, Senin, (6/6/2016).

Selain itu, sambung dia, tersedia beraneka ragam minuman seperti, the poci, minuman aneka es buah, jus, es pisang hijau dan massih banyak lagi.

Dirinya mengungkapkan, dari 32 pedagang yang menempati kios permanen, masih ada 40-an pedagang lain yang menempati lapak pelataran atau dengan gerobak dan lapak tidak permanen, mereka menjajakan semua dagangan menyatu dalam satu kawasan.

Sehingga, membuat mudah pengunjung untuk memilih selera santapan tanpa harus berpindah tempat yang agak jauh. “Dari 32 anggota pemilik kios, ada 15 pedagang dengan menu baru, ini sesuai dengan ketentuan bagi pendaftar baru untuk menyajikan menu yang berbeda,” ujar dia.

Beberapa diantaranya, gulai kambing, bakso rusuk, soto batok, ayam goreng penyetaan dan lain-lain. ia menilai, program pemerintah membuat sentralisasi kuliner sangat baik. Momentum Bulan Puasa kali ini dapat dijadikan promosi Taman Kuliner, pasalnya minat dan keinginan masyarakat untuk membeli makanan sebagai menu buka puasa meningkat.

Penjual Jus durian dan burger ini menganggap, setelah terbentuk kawasan kuliner, tinggal langkah promosi ke masyarakat luas saja yang perlu gencar dilakukan. (Kandar)

Komentar

Komentar