Digelontor Dana 6 M, Pasar Trowono Dirombak Total

oleh -
Pedagang sedang membenahi lahan relokasi sementara tempat berjualan. KH/ Kandar
kadhung tresno
Pedagang sedang membenahi lahan relokasi sementara tempat berjualan. KH/ Kandar
Pedagang sedang membenahi lahan relokasi sementara tempat berjualan. KH/ Kandar

PALIYAN, (KH)— Pasar Trowono yang berada di Padukuhan Trowono, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan akan memiliki wajah baru. Sasaran program dari Pemerintah pusat melalui Kementrian Perdagangan bertujuan merenovasi total bangunan pasar.

Kasi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Disperindagkop Gunungkidul, Supriyadi mengatakan, pasar mendapat dana Dekonsentrasi (Dekon) dan Tugas Pembantuan (TP) dengan pagu anggaran dana senilai 6 M. Saat ini progres rencana pembangunan sampai pada tahap pembenahan gambar oleh konsultan.

“Sasaran pembangunan akan merombak kios dan los pasar, kantor pasar juga akan dibuat menjadi dua lantai. Kondisi pasar yang tadinya terkesan semrawut tidak ada lagi,” katanya, Senin, (7/6/2016).

Dihubungi terpisah, Kasi Sarana Prasarana Kantor Pengelola Pasar, Sulatif menambahkan, sesuai gambar terakhir jumlah kios yang akan dibangun sebanyak 32 buah, serta los pasar sebanyak 6 banjar dengan ukuran masing-massing 9,5 m x 33 m.

“Diharapkan fasilitas baru dapat menampung sekitar 452 pedagang, termasuk pedagang sayuran, ikan asin, dan lainnya yang berada di kanan kiri jalan dapat masuk ke dalam area pasar,” jelasnya.

Selain kios, los dan kantor pasar, juga akan dibangun fasilitas MCK dan  loading dock atau tempat bongkar muat barang. Gambaran renovasi diantaranya adanya pengeprasan lahan yang memang agak tinggi, bagian depan dari bahu jalan raya akan mundur ke utara sekitar 7 m, sedang di bagian belakang pasar, dari jalan juga akan masuk sekitar 5 meter.

“Saat ini sedang kita mulai relokasi pedagang untuk sementara waktu berada di selatan pasar,” tambah Latif.

Sementara itu salah satu pedagang kelontong dan daging ayam menyambut baik atas pembangunan pasar, ia berharap, meski nanti dimungkinkan tak lagi berjualan mepet dengan jalan tidak membuat enggan para pembeli berbelanja di kiosnya.

“Meski agak jauh dari jalan semoga nanti tetap ramai,” harap Eko. (Kandar)

Komentar

Komentar