Musim Kemarau, Semakin Banyak Ternak Makan Sampah Kering

oleh -
iklan dispar

WONOSARI,kabarhandayani.– Musim kemarau merupakan saat sulit bagi peternak untuk mencari hijauan makanan ternak. Menyadari hal tersebut, Kelompok Ternak Ngudi Mulyo Desa Karang Tengah Wonosari mencoba membuat solusi dengan membuat pakan ternak fermentasi.
Salah satu pengurus kelompok Ternak Ngudi Mulyo, Bambang S mengatakan, pemanfaatan pakan fermentasi untuk mensiasasti kesulitan mendapatkan pakan hijauan di musim kemarau. Selain itu, peternak diajak untuk memanfaatkan berbagai sampah kering yang ada di sekitarnya.
“Yang paling penting bagi peternak, tidak mengalokasikan waktunya lagi untuk mencari rumput, dan bisa memanfaatkan waktu luangnya untuk bekerja lainya,” kata Bambang, Sabtu (13/9/2014).
Dia menerangkan, pakan fermentasi dibuat dengan cukup sederhana, Pertama, peternak mengumpulkan berbagai sampah kering mulai dari pelepah pisang, daun kacang-kacangan, serta daun-daun lain yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.
Prosesnya, sampah kering yang sudah dikumpulkan, dicacah menggunakan mesin cacah, selanjutnya dicampur menggunakan tetes tebu dan protein serta unsur pendukung. Setelah dicampur dengan rata, bahan tersebut dimasukan ke dalam drum plastik yang yang telah disiapkan.
“Campuran sampah kering dan bahan pendukung akan terjadi proses fermentasi selama 2 x 24 jam. Pakan ini siap dipanen, ditandai dengan aroma yang harum dan tekstur yang tidak berubah,” tuturnya.
Selain untuk menekan biaya produksi atau pemeliharaan, menurut Bambang, pakan ini dapat mempercepat penyerapan sari makanan dalam tubuh sapi. Pasalnya, sapi membutuhkan waktu fermentasi terhadap seluruh makanan yang ditampung dalam rumen.
“Ternyata ternak saya suka dan lahap, Pakan ini cukup sehat dan juga mampu meningkatkan berat dari hewan ternak,” pungkasnya. (Juju/Jjw).

Komentar

Komentar