Minat Pelaku Wisata Mendaftar Vaksinasi Covid-19 Sangat Minim

oleh -
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti. (KH/Kandar)

KARANGMOJO, (KH),– Gelombang vaksinasi Covid-19 yang digulirkan pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus berlanjut. Setelah skala prioritas vaksinasi diantaranya para petugas medis atau Tenaga Kesehatan (Nakes) dan petugas yang bersinggungan langsung dengan pelayanan umum, para pelaku insan pariwisata juga menjadi prioritas kelompok maayarakat yang mendapatkan vaksin.

Dinas Pariwisata berusaha melindungi semua insan pariwisata dari pandemi covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Saat ini Dinas Pariwisata sedang melakukan pendataan bagi pelaku pariwisata yang ingin mengikuti program vaksinasi covid-19 dari pemerintah.

Asti Wijayanti, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul mengatakan, Dispar memang berencana untuk mengikutsertakan para pelaku industri pariwisata di kabupaten Gunungkidul dalam program vaksinasi covid-19. Pertimbangan bahwa para pelaku wisata termasuk rentan terpapar Covid-19, maka saat ini ini pihaknya tengah berusaha melakukan pendataan siapa saja yang akan mengikuti vaksinasi tersebut.

“Kami sedang berusaha melakukan pendataan peserta vaksinasi untuk insan pariwisata di Gunungkidul. Tapi upaya ini memang mengalami kendala,” ujar Asti saat ditemui di acara Launching Desa Mandiri Budaya, Jumat (5/3/2021), di Oemah Budaya Mbah Gito, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo.

Kendala yang dimaksud Asti ini terkait rendahnya jumlah para pelaku wisata di Gunungkidul yang mendaftarkan diri sebagai calon penerima vaksin.

“Alasannya mungkin karena masih ada rasa khawatir dengan vaksinasi Covid-19 tersebut. Para Insan pariwisata di Gunungkidul masih banyak yang ketakutan dengan efek samping vaksinasi tersebut,” lanjut Asti.

Asti menyambung, bahwa sampai saat ini pendaftar vaksinasi masih cukup minim. Hal tersebut bisa dilihat dari jumlah pendaftar peserta vaksinasi covid-19. Jika dibandingkan dengan jumlah pendataan penerima bantuan stimulus terdampak Covid-19 angkanya sangat timpang.

“Untuk pendataan penerima stimulus terdampak Covid-19, kami mencatat ada sekitar 7.000 orang penerima namun pada pendataan vaksinasi baru sekitar 500 orang saja yang bersedia ikut vaksinasi,” lanjut Asti.

Asti mengaku bahwa pihaknya terus  menghimbau kepada seluruh Insan pariwisata di Gunungkidul untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten Gunungkidul tersebut.

Ia berharap agar mereka tidak khawatir dan takut, karena vaksinasi itu tidak hanya baik untuk diri sendiri tetapi juga orang lain.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dispar DIY, Singgih Raharja mengatakan, sampai saat ini proses vaksinasi untuk pelaku industri pariwisata di wilayahnya tengah berlangsung.

“Kami mencatat setidaknya ada 4.000 orang pelaku pariwisata yang telah mengikuti vaksinasi, dari pendataan semula. Memang angkanya nanti akan ada sekitar 31.000. Tetapi itu masih bisa berkembang,” paparnya.

Singgih menambahkan, vaksinasi sektor pelaku restoran dan dan perhotelan masih terus berlangsung. Data yang sudah masuk di Dispar sampai saat ini masih perlu diperbaharui.

“Vaksinasi Covid-19 untuk pelaku industri pariwisata tersebut sangat penting. Karena akan memberi rasa nyaman dan aman kepada wisatawan yang masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus bagi pelaku industri pariwisata itu sendiri,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Forum Komunikasi Pokdarwis Gunungkidul, Awanto mengungkapkan, penilaian minat pelaku wisata minim tidak sepenuhnya benar. Dirinya beralasan banyak diantara pelaku wisata sudah masuk dalam daftar vaksinasi di tempatnya bekerja.

“Pelaku wisata ada yang guru dan pegawai kalurahan, sehingga sudah ikut vaksinasi melalui instansinya masing-masing,” kata dia.

Sementara itu Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Gunungkidul, Sukriyanto kaget dengan yang disampaikan kepala Dispar. “Yang jelas HPI sebagian besar mendaftar. Kemungkinan dari asosiasi yang lain yang belum. Sekarang saya baru mau mendaftar yang di luar HPI,” tukas dia. [Edi Padmo]

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar