Mimpi Perbaiki Ekonomi Warga, Desa Ngoro-oro Dirikan Pasar Tradisional

oleh -
Kegiatan jual beli di Pasar Tradisional Desa Ngoro-oro. KH/ Nurul.
iklan dispar

PATUK, (KH),– Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Ngoro-oro, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Margo Mulyo belum lama ini mendirikan pasar desa. Keberadaan pasar diharapkan dapat membangkitkan perekonomian warga khususnya di desa setempat.

Kades Ngoro-oro, Sukasto mengatakan, pasar Margo Mulyo didirikan di Padukuhan Soka. Selain peningkatan ekonomi, pasar tradisional ini juga bertujuan untuk memudahkan warga mengakses kebutuhan sehari-hari.

“Di wilayah tersebut juga belum terdapat pasar tradisional yang beroperasi setiap hari. Hal tersebut merupakan salah satu alasan pembukaan pasar. Peluang untuk berwirausaha masih cukup terbuka,” kata dia, Senin, (6/1/2019).

Keberadaan pasar juga dapat menghemat biaya transportasi warga  yang hendak berbelanja. Sebab, sebelumnya warga terpaksa harus ke luar daerah untuk berbelanja kebutuhan pokok.

Ditambahkan, prinsip pendirian pasar yakni dari, oleh, dan untuk, artinya barang dagangan dari warga Ngoro-oro, lantas pasar dijalankan oleh warga Ngoro-oro sendiri, namun, semua komoditas yang dijual diperuntukkan bagi masyarakat umum baik dari Ngoro-oro maupun dari luar Ngoro-oro.

Pedagang Pasar Tradisional Margo Mulyo saat ini masih didominasi oleh warga dari Padukuhan Soka dan Jatikuning. Menurut Sukasto, sudah disampaikan kepada masyarakat luas agar warga dari Desa Ngoro-oro yang berminat jualan dapat memanfaatkan lapak dan kios yang ada.

“Secara pribadi sudah kami sampaikan ke pengelola, agar menjaga kebersihan, ketertiban, dan kerja sama antar pedagang saat event-event tertentu,” tutur Sukasto.

Sementara itu, Suprapti, salah satu pedagang sembako asal Soka mengaku memiliki tambahan penghasilan usai ikut berjualan di Pasar Margo Mulyo. Suprapti kini juga memiliki rutinitas tambahan disela mencari rumput untuk ternak –ternaknya.

“Yang jelas keluarga kami memiliki pendapatan tambahan dari hasil berjualan di Pasar Tradisional Margo Mulyo,” ungkapnya.

Suprapti mengaku sejak pukul 05.00 WIB pagi sampai jam 12.00 WIB siang menunggu dagangan dan melayani pembeli. Bermodalkan sebuah lapak berukuran lebar depan kurang lebih 2 meteran itu, ia menjajakan dagangannya.

“Selain kegiatan jualan ada kegiatan positif baru yang kami lakukan, yakni menabung setiap hari dengan nominal minimal Rp. 5 ribu,” tukas Suprapti riang. (Nurul)

Komentar

Komentar