Menilik Wisata Sepeda Kampung Emas Plumbungan

oleh -
Wisata Tuntun Sepeda. Foto : Juju
iklan dispar

WTSPATUK, (KH) — Tidak pernah habis rasanya membicarakan destinasi wisata Gunungkidul. Siapa sangka, bumi handayani yang dulu dianggap sebagai kabupaten yang sering kekurangan air ini menyimpan keindahan alam yang tidak terbatas nilainya.

Jadi tidak hayal jika Gunungkidul menjadi kota tujuan wisata di Yogyakata. Sebab, mulai dari destinasi wisata pantai, hingga destinasi wisata minat khusus, ada di Gunungkidul. Kini muncul lagi destinasi yang tidak kalah menarik yakni Wisata Sepeda yang bisa dinikmati di Kampung Emas Plumbungan Patuk.

Wisata sepeda Kampung Emas Plumbungan bisa menjadi salah satu destinasi wisata untuk menikmati libur akhir pekan. Di sana wisatawan akan ditantang untuk menjajal terjalnya trek yang dapat memacu adrenalin.

Banyaknya varian trek yang ditawarkan, akan semakin menantang jika hujan turun. Sebab, trek basah yang bercampur dengan lumpur menjadi tantangan tersendiri bagi wisatawan yang suka dengan tantangan, pengelola setempat menyebutnya destinasi ini dengan WTS (Wisata Tuntun Sepeda).

Pengelola wisata sepeda Kampung Emas Plumbungan, Andi Purwanto mengatakan, selain memberikan tantangan untuk memacu adrenalin, destinasi tersebut juga menyelipkan wisata edukasi. Wisatawan yang menjajal trek sepeda akan diarahkan untuk melihat proses pembuatan kerajinan dan coklat.

“Disini wisatawan juga akan kita kenalkan bagaimana caranya membuat coklat dari biji Kakao, mereka akan mendapat edukasi tentang proses pemanfaatan kakao,”kata Andi, saat memberi kesempatan kepada KH menjajal trek kampung emas, akhir pekan lalu.

Tidak hanya trek berlumpur yang disiapkan pengelola, tanjakan yang berada 250 meter dari titik star menjadi sensasi tersendiri. Kalori pun nampaknya mulai terbakar, setelah berhasil melewati tanjakan, wisatawan akan diajak berguru pada pembatik kayu.

“Begini proses awal sebelum dijual,” kata itu pertama kali muncul dari Eka Sriyana, pemuda berambut gondrong yang bersedia membagi kemahirannya membatik kayu hingga menghasilkan batik di atas kayu yang apik. Sayangnya di sini wisatawan belum mendapat kesempatan praktik.

Hampir memasuki penghujung petualangan, rasa lelah bercampur dengan rasa lapar yang dirasakan, rasanya hilang, semua terbayar lunas dengan pemandangan hamparan padi dan bentukan terasiring yang tertata menyerupai lukisan. Di sini wisatawan dapat mengabadikan gambar dengan foto bersama.

“Ini belum berakhir, di depan sana kita akan mendapat ilmu gamelan. wisatawan akan mudah beradaptasi dan memainkan gamelan yang diajarkan Drs. Wasiran,” tambah Ervan Bambang pengelola lainnya.

Kurang lebih 3 jam menikmati petualangan, Kuliner Brekat Dalem makanan khas Kampung Emas sudah menanti. Tinggal duduk di gubuk tengah sawah, para gadis datang antarkan menu. “Semoga bermanfaat, silakan menikmati makanan,” kata Dukuh Plumbungan, Sulistyo. (Juju/Bara)

Komentar

Komentar