Mengaku Petugas BPJS, Penipu Mencuri Uang Milik Seorang Nenek di Patuk

oleh -
penipuan
Petugas meminta keterangan korban. (dok. Polres Gunungkidul)

PATUK, (KH),– Nasib apes harus diterima Tuminah (80), seorang Lansia warga Padukuhan Tawang, Kalurahan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk, Gunungkidul. Tuminah menjadi korban penipuan yang berujung pada tindakan pencurian oleh seseorang tak dikenal yang mengaku petugas BPJS yang berkunjung untuk memberi bantuan.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto menerangkan, petugas melakukan penyelidikan dugaan tindak pencurian yang terjadi di Ngoro-oro, Patuk berawal dari informasi grup WA, SIAGA PATUK.

Dalam informasi tersebut, Petugas Reskrim segera melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat kejadian perkara.

Suryanto menerangkan bahwa kejadian tersebut dialami korban pada hari Jumat (7/5/2021). Berawal saat korban menerima tamu seseorang yang mengaku sebagai petugas BPJS.

“Sekitar pukul 12.00 WIB, pelaku bertamu ke rumah korban dengan menggunakan sebuah sepeda motor. Kepada korban pelaku mengaku petugas dari BPJS, yang datang untuk memberikan bantuan kepada korban,” terang Suryanto, Sabtu (8/5/2021).

Pelaku bertamu kemudian setelah mengobrol dengan korban, mengatakan bahwa korban akan mendapatkan bantuan subsidi dari BPJS sebesar Rp500.000,00.

“Korban kemudian disuruh untuk mengambil kartu BPJS dan uang Rp100.000,00. Setelah itu korban difoto menggunakan HP dengan memegang kartu BPJS dan uang tunai Rp100.000,00 tersebut,” lanjut Suryanto.

Korban akhirnya menuruti semua perintah pelaku. Setelah itu pelaku meminta dibuatkan minum berupa teh panas. Korban pun kemudian pergi ke dapur untuk membuat minum tersebut.

“Setelah korban kembali ke ruang tamu, pelaku diketahui sudah tidak ada di tempatnya. Setelah korban membuka dompet miliknya ternyata uang di dalam dompet sudah raib semua,” lanjutnya.

Adapun seluruh uang tunai yang ada didompet milik korban yang raib tersebut sebesar Rp1.222.000,00.

“Kasus dugaan penipuan yang berujung pada tindakan pencurian¬† ini sekarang dalam penyelidikan polisi,” pungkas Suryanto [Edi Padmo]

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar