Menengok Media Informasi Interaktif Seputar Geologi Gunungsewu Di Patuk

oleh
Kunjungan di Pusat Informasi Geologi. KH/ Kandar.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Dengan adanya bantuan dari Badan Geologi, di Kabupaten Gunungkidul dibangun Pusat Informasi mengenai seluk beluk Geologi Gunungsewu. Keberadaanya tidak lepas dari status Gunungkidul yang menjadi salah satu wilayah letak bentangan karst Geopark Gunungsewu.

Sebagaimana diketahui, Geopark Gunungsewu saat ini juga masih masuk menjadi bagian Geopark Global Unesco. Meski telah diakui dunia, namun masyarakat awam baik yang tinggal di kawasan Gunungsewu maupun yang berkunjung ke berbagai geosite Gunungsewu masih banyak yang belum mengetahui apa dan bagaimana geopark Gunungsewu terbentuk.

Sehingga keberadaan media informasi interaktif berbasis multimedia ini sangat membatu memberikan penjelasan.

General Manager Geopark Gunungsewu, Budi Martono mengungkapkan, bangunan tematik berisi beberapa piranti multimedia audio visual merupakan bantuan dari Bandan Geologi. “Nilainya Rp. 1,8 Milyar. Selain Tourism Information Center (TIC) seputar kegeologian ini, di Desa Mulo, Wonosari, juga dibangun taman batu di ruang terbuka,” jelas Budi Martono.

Pihaknya menerangkan, fungsi utama pusat informasi geologi menjadi media edukasi dan pengetahuan bagi pengunjung. “Meski tidak begitu luas tetapi padat informasi. Ruangan ini bisa berbicara soal geopark, ada informai proses terjadinya, keanekaragaman bentang alam, keragaman biodiversity, keragaman flora fauna dan keragaman budaya,” papar Budi Martono.

Menurutnya, pusat informasi tersebut telah banyak dikunjungi oleh para pengelola geopark se Indonesia. Namun justru dari masyarakat lokal kunjungan masih minim.

Saat ini, pusat informasi kegeologian itu dikelola oleh Dinas Priwisata Gunungkidul. Agar kunjungan meningkat serta keberadaannya berfungsi optimal menjadi salah satu pusat edukasi, Dinas Pariwisata melakukan terobosan.

GM Geopark Gunungsewu. Budi Martono. KH/ Kandar.

Kepala Seksi Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata Gunungkidul, Purnomo Sumardamto, SHut, MA, MEng, menyampaikan, kerja sama telah dijalin dengan beberapa sekolah di sekitar TIC. Sekolah-sekolah lokal dapat menggelar pembelajaran di luar kelas atau outing class di pusat informasi geologi.

Multimedia yang disediakan cukup canggih. Beberapa diantaranya telah berteknologi layar sentuh. Letaknya yang berada di pintu masuk Gunungkidul juga mudah diakses wisatawan untuk mengetahui seluk beluk geopark sebelum mengunjunginya.

“Saat ini ada petugas yang berada di lokasi melayani pengunjung setiap harinya,” tukas Sumardamto. (Kandar)

Komentar

Komentar