Menandai Hari Pelantikan Bupati Gunungkidul, PemKal Ngawu Menanam 100 Beringin

oleh -
Penanaman resan di Kaluraham Ngawu berbarengan dengan pelantikan bupati dan wakil bupati Gunungkidul. (KH/ Edi Padmo)

PLAYEN, (KH),– Pelantikan Bupati Gunungkidul yang dilaksanakan hari ini, Jumat, (26/2/2021), ditangkap sebagai momen bersejarah bagi Pemerintah Kalurahan (PemKal) Ngawu, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul. Kalurahan Ngawu hari ini mengadakan giat penanaman 100 pohon Beringin di beberapa Mata air, Daerah Aliran Sungai (DAS), dan di lokasi TPS 3 R (Tempat Pengolahan Sampah Sementara) yang berlokasi di tanah kas Desa.

Sebagaimana diketahui, hari ini di Bangsal Kepatihan Kantor Gubernur DIY, dilangsungkan pelantikan 3 Bupati terpilih di 3 Kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Kabupaten Bantul, Sleman dan Gunungkidul.

Untuk menandai momen tersebut, PemKal Ngawu menggandeng Komunitas Resan Gunungkidul untuk mengadakan penanaman pohon konservasi.

Wibowo Dwi Jadmiko, Lurah Ngawu menyampaikan, kegiatan ini di samping untuk ‘Nderek Mangayubagyo’ pelantikan Bupati Gunungkidul, juga dijadikan ‘Tetenger’ yang diwujudkan dalam bentuk penanaman pohon.

“Kami menanam di beberapa sumber air, dan Daerah Aliran Sungai, dengan tujuan untuk melindungi sumber air di Kalurahan Ngawu,” ujarnya.

Wibowo melanjutkan, momen pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul, Sunaryanta dan Heri Susanto, diharapkan menjadi ‘pengeling-eling’, pohon yang ditanam kelak sudah menjadi pohon besar. Menjadi Resan sebagai penjaga mata air. Di sisi lain, sebagai Lurah Ngawu dia berharap kepemimpinan Bupati yang baru ini, bisa semakin memajukan pembangunan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Gunungkidul.

“Sumber air di wilayah Kalurahan Ngawu itu sangat banyak, tapi saat ini banyak yang tidak terawat, padahal di-satu sisi, potensi ekonomi masyarakat dibidang pertanian sangat besar,” ujar Arif Sunandar (30), Carik Kalurahan Ngawu.

Arif melanjutkan, Pemerintah Kalurahan Ngawu akan menindaklanjuti gerakan ini dengan program berkelanjutan tentang perawatan sumber sumber air di wilayahnya. Harapannya sumber air yang ada akan terjaga dan lestari.

“Dengan sumber air yang melimpah, tentu semangat dan minat para petani untuk usaha di bidang pertanian dan perikanan akan semakin besar, dan tentu ekonomi masyarakat akan berkembang,” harapnya.

Sementara itu, Syaida Ndaru (32), anggota Komunitas Resan Gunungkidul yang ikut dalam giat tanam ini menyampaikan harapannya tentang kesadaran masyarakat untuk menjaga pohon-pohon yang berfungsi menjaga mata air.

“Ada sekitar 100 pohon lebih yang kita tanam hari ini, sebagian besar jenis Beringin, dan ada jenis pohon Klumpit,” ujar Ndaru.

Ndaru melanjutkan, Komunitas yang bergerak dan memiliki spirit melakukan kegiatan Konservasi Lingkungan, ini sampai saat ini sudah menanam 7.860 lebih bibit pohon konservasi yang tersebar di 26 komunitas lokal di 8 Kapanewon di Gunungkidul.

“Gerakan kami bersifat sukarela, gerakan konservasi berbasis komunitas, langkah awal kami berupaya mengajak masyarakat untuk bergerak dalam penyelamatan lingkungan, terutama air,” lanjutnya

Ndaru dan teman-temannya berharap, saat semakin banyak masyarakat yang peduli melakukan gerakan konservasi, maka kedepan permasalahan terkait lingkungan dan air di Gunungkidul bisa diatasi.

“Dengan Bupati baru yang memimpin Gunungkidul, Komunitas Resan juga ingin memperjuangkan adanya PERDA perlindungan lingkungan di Gunungkidul, sebagai payung hukum untuk gerakan penyelamatan lingkungan. Dengan ini semoga gerakan konservasi bisa menjadi gerakan kesadaran bersama di Gunungkidul,” tukasnya. [Edi Padmo]

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar