“Meningkatnya sejak musim hujan tiba. Untuk Bulan September ada 11 kasus, lalu bulan berikutnya, pada Bulan Oktober naik menjadi 15 kasus. Bahkan awal November sudah ada laporan penambahan kasus DBD,” ungkap Diah.
Sementara itu, pada bulan-bulan sebelumnya, tepatnya dari Bulan Januari hingga Oktober, sesuai data yang dimiliki, di Gunungkidul terdapat 70 kasus DBD.
“Melalui gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (Juru Pemantau Jentik),” terang Diah menyebut langkah antisipasi pengendalian DBD. Adapun tugas Jumantik yang disiagakan yakni memastikan lingkungan rumah warga tidak ada sarang nyamuk. Sehingga meminimalisir nyamuk berkembang menjadi nyamuk dewasa.
Dalam kesempatan berbeda, Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty menghimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Khusus untuk pencegahan DBD, masyarakt diminta agar melakukan gerakan 3M Plus, yakni Menguras/membersihkan, menutup penampungan air, mengubur/mendaur ulang, hingga menggunakan abate. (Kandar)