Mbah Wiro Setia Berdagang Tali Dhadhung

oleh -
Mbah Wiro Sentono dan tali dhadhung dagangannya. Foto: Atmaja.
iklan dispar
Mbah Wiro Sentono dan tali dhadhung dagangannya. Foto: Atmaja.
Mbah Wiro Sentono dan tali dhadhung dagangannya. Foto: Atmaja.

PLAYEN,(KH) — Usia boleh saja tua, namun tak membuat Mbah Wiro Sentono  warga Desa Selang Kecamatan Wonosari hanya duduk-duduk menghabiskan masa senjanya. Meski usianya sudah mencapai 80 tahun, Wiro Sentono masih mampu bekerja sebagai penjual tali dhadhung atau tali terbuat dari bambu untuk hewan ternak.

Mbah Wiro masih setia berkeliling ke beberapa pasar hewan yang ada di Kabupaten Gunungkidul, seperti Pasar Hewan Siyonoharjo, Pasar Pon Playen dan Pasar Hewan Munggi Semanu.

Setiap pasaran Wage, Pon dan Kliwon, pagi pukul 05.30 WIB ia sudah memulai aktivitas untuk berangkat ke pasar. Mbah Wiro mengaku, ia sudah menekuni pekerjaannya sebagai penjual tali dhadhung sejak 25 tahun lalu.

Pekerjaan berjualan yang berpindah-pindah mengikuti aktivitas pasar hewan dijalani Mbah Wiro dengan penuh sukacita. Kepada KH, ia menuturkan keyakinannya, kesibukannya itu sebagai salah satu faktor yang membuatnya panjang usia.

“Setelah selesai berjualan tali dhadhung, saya melanjutkan pekerjaan lain yakni mengolah ladang dan mencari pakan ternak,” ujarnya di lapak tali dhadungnya di Pasar Hewan Playen, Selasa (31/03/2015).

Mbah Wiro menceritakan, ia mendapatkan keuntungan antara Rp 250-750 untuk setiap satu tali yang terjual. Dalam sekali pasaran lanjut dia, keuntungan dari penjualan tali yang didapat tidak tentu. Ia mengaku mendapatkan keuntungan antara Rp 35 – 50 ribu.

Sebagian besar pembeli tali dhadhung Mbah Wiro adalah petani dan blantik yang datang di pasar hewan. “Laris dan tidaknya tergantung musim. Saat musim panen sepi karena peternak banyak yang tidak membeli hewan maupun berkunjung ke pasar,” jelas kakek dua orang cucu ini.

Selagi ia masih bisa berjalan dan diberikan kesehatan oleh Yang Maha Kuasa, ia mengaku tetap akan menekuni pekerjaannya sebagai penjual tali dhadhung.

“Asal masih diberi kesehatan, pekerjaan ini tetap saya tekuni, karena juga menambah penghasilan bagi keluarga,” tandasnya. (Atmaja).

Komentar

Komentar