Masjid IPHI UNY di Purwosari Diresmikan Badingah dan Sutrisna Wibawa

oleh -
Peresmian Masjid Al Ikhlas bantuan IPHI UNY di Purwosari. (KH)
kadhung tresno

PURWOSARI, (KH),– Momentum 1 Nuharram menjadi momen penuh kebahagiaan bagi masyarakat Karangtengah, Purwosari, Gunungkidul. Karena pada salah satu hari raya umat muslim ini, warga memperoleh rumah ibadah megah bertajuk “Masjid Al Ikhlas”.

Masjid ini merupakan sumbangan yang dihimpun dari Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta (IPHI UNY). Pada Kamis (20/08) pagi,  Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos. bersama Rektor UNY Prof. Sutrisna Wibawa, Ustadz Abduh Tuasikal, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Gunungkidul meresmikan penggunaannya.

“Masjid ini merupakan bukti, bahwa kalau kita bersatu padu dengan umat, maka kita bisa menjadi kekuatan yang besar. Sayapun tak bisa mengira, bisa membangun masjid dengan dana hampir satu miliar di sebuah desa,” ungkap Sutrisna dengan haru di hadapan masyarakat Karangtengah.

Masjid tersebut dibangun dalam kurun waktu 54 minggu. Total biaya yang telah terserap untuk membangun masjid ini sejumlah 972 juta rupiah. Seluruh dana dihimpun dari donatur umat muslim.

Salah satu donatur diantaranya, berasal dari Yayasan di Negara Kuwait. Totalnya mencapai 170 juta rupiah. Sutrisna bersama para tokoh dari UNY lah yang menjembatani donasi ini agar bisa mengalir ke Karangtengah.

“Semua dikerjakan oleh (IPHI) UNY. Perencanaan, perizinan, proses konstruksi, menggunakan insinyur dan akuntan dari kampus. Insya allah menjadi amal jariyah kita semua untuk menghadirkan manfaat di Karangtengah dan kawasan JJLS,” harap Sutrisna.

Letak masjid tak jauh dari jalan raya JJLS dapat menjadi tempat yang nyaman bagi musafir yang sedang menempuh perjalanan jauh untuk beribadah sejenak. Luas bangunan 169 meter persegi pada lahan lebih dari 1.000 meter persegi memberikan keleluasaan bagi setiap siapa saja yang singgah.

Bagi Sutrisna, aktivitas ibadah nanti dapat menimbulkan efek berlipat ganda bagi Karangtengah. Secara religius, pahala dan kebaikan akan terus mengalir di desa tersebut. Demikian juga manfaat secara ekonomi. Setiap orang yang ibadah dan beristirahat dapat berbelanja, makan, hingga membersihkan diri di fasilitas dan unit usaha yang dimiliki masyarakat.

“Muaranya, masyarakat makmur lahir batin. Karangtengah makin ramai dengan masjid ini. JJLS yang direncanakan akan menjadi salah satu jalur lalu lintas nasional yang menghubungkan Pacitan hingga Kulonprogo sangat strategis bagi percepatan ekonomi,” tukas Sutrisna.

Sementara itu, atas nama Pemerintah Daerah, Badingah S.Sos mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pembangunan masjid tersebut.

Menurutnya, kehadirannya serupa dengan kehadiran kampus UNY. Karena dengan dibangunnya suatu fasilitas di desa, maka akan meningkatkan pembangunan manusia dan ekonomi masyarakat. (Kandar)

Komentar

Komentar