Lulusan Terbaik Akmil dari Gunungkidul, Letda Angger Tak Pernah Bermimpi Jadi Tentara

oleh -
Angger Pandu Yudha
kadhung tresno
Angger Pandu Yudha
Angger Pandu Yudha

WONOSARI, (KH) — Di balik gersangnya kondisi alam geografis Gunungkidul dan masih minimnya fasilitas penunjang pendidikan di sebagian sekolah, Gunungkidul ternyata memiliki putra-putri daerah yang berhasil menancapkan prestasi di tingkat nasional.

Adalah Angger Pandu Yudha, pria kelahiran Batanghari 14 Mei 1993 berhasil mendulang prestasi gemilang di penghujung masa pendidikannya di Akademi Militer Magelang. Angger yang kerap disapa Gery, membawa pulang anugerah penghargaan Adhi Makayasa yang diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Akpol Semarang Kamis (30/07) lalu. Penghargaan tersebut diterimanya lantaran menjadi lulusan taruna terbaik pada angkatannya.

Kepada Kabar Handayani, Angger mau menceritakan kisahnya yang memang penuh perjuangan dan ketelatenan. Letda Angger, begitu gelar yang baru saja disematkan padanya, merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Iswandi dan Supriyanti. Iswandi yang bekerja sebagai guru di SD Paliyan II dan Supriyanti yang bekerja sebagai guru SLB, tidak pernah menyangka mendapat kado termanis dari anaknya tersebut.

Angger dibesarkan di keluarga sederhana. Ia menceritakan, awalnya keluarganya tersebut tinggal di Jambi. Setelah cukup lama bekerja sebagai guru di Jambi, sekitar tahun 2006, keluarganya pindah ke Gunungkidul. Angger menempuh pendidikan di SD 4 Wonosari dan melanjutkan di SMP 1 Wonosari. Hampir sama dengan murid-murid lainnya yang sibuk bersekolah dan bermain. Lantaran ketekunanya, Angger mampu menunjukan prestasi akademiknya sejak kelas VIII SMP. Prestasi akademik maupun non akademik berhasil ia torehkan, hingga membawanya diterima di SMA Taruna Nusantara Magelang.

Angger mengaku, bukan dari kecil ia memimpikan untuk menjadi seorang tentara. Cita-cita tersebut baru tumbuh saat ia menjalani pendidikan SMA. Bahkan saat lulus dari SMA bergensi itu, Angger masih belum yakin bila ia bisa lulus seleksi taruna Angkatan Darat yang ia jalani. Dalam waktu bersamaan ia juga dinyatakan diterima di Universitas Gadjah Mada Jogjakarta. Akhirnya nasib membawa Angger bisa menempuh pendidikan di Akmil Magelang selama empat tahun. Selama pendidikan, Angger merasa tidak berbeda dengan kebanyakan teman-temannya. Ia mengaku hanya berbekal ketelatenan dalam setiap usaha yang ia lakukan. Sembari berusaha, ia mengaku tidak pernah meninggalkan ibadahnya setiap hari. Mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa baginya merupakan keberuntungan dari hasil kerja kerasnya selama ini.

“Ibadah (merupakan) kunci mendapatkan keberuntungan itu, dek,” ucapnya.

Usai dinyatakan lulus pendidikan sebagai taruna Angkatan Darat Akademi Militer Magelang, ia pulang ke rumah orang tuanya di Paliyan dan pada Selasa (04/08/2015) ia bertolak ke Bandung untuk kembali menempuh pendidikan.

“Saya langsung ke Bandung untuk kembali menempuh pendidikan,” pungkasnya. (Maria Dwianjani)

Komentar

Komentar