Lebih Jauh Mengenal HIV dan AIDS

oleh -
iklan dispar

WONOSARI,(KH)— Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah sebuah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Karena virus telah dirusak HIV, penyakit-penyakit menjadi mudah masuk ke tubuh manusia.

Sedangkan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit karena pertahanan tubuhnya telah dirusak HIV. Orang yang telah teridentivikasi HIV mudah diserang berbagai penyakit yang dapat mengancam hidupnya.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Gunungkidul Iswandi mengatakan, upaya pencegahan untuk menekan penyebaran HIV/AIDS terus dilakukan, salah satunya dengan mengadakan sosialisasi akan bahaya penyakit menular tersebut.

“Untuk menekan penyebaran penyakit mematikan ini, KPA Gunungkidul juga melaksanakan Voluntary Counseling Test (VCT), seperti yang kita gelar kemarin di komplek terminal lama Baleharjo,”kata Iswandi, Rabu (5/10/3014).

Dia menjelaksan, testing HIV hanya dapat diketahui melalui Konseling dan Testing HIV secara sukarela. Testing HIV merupakan pengambilan darah dan pemeriksaan laboratorium serta konseling pra dan pasca testing HIV.

Konseling dan testing HIV sukarela dilakukan dengan prinsip tanpa paksaan, rahasia, tidak membeda-bedakan serta terjamin kualitasnya. Manfaat konseling ini selain mendapat informasi juga mendapat pelayanan, perawatan, sesuai kebutuhan masing-masing.

“Selain di Klinik Empati yang berada di RSUD Wonosari, layanan konseling dan test HIV sukarela (VCT) juga terdapat di Puskesmas Wonosari 1, Ponjong 1, Ngawen 1, Semanu 1, Patuk 1, Panggang 1, Panggang 2, Playen 2, Purwosari dan Puskesmas Tanjungsari,”paparnya.

Iswandi menjelaskan, cara mencegah penularan HIV dapat dicegah dengan ABCDE, atau Absen seks, menghindari hubungan seks (Abstinence). Bersikap setia, menghindari ganti ganti pasangan (Be faithull). Cegah dengan kondom, menggunakan kondom jika berhubungan seks dengan banyak pasangan (Condom).

Selanjutnya, dilarang menggunakan narkoba, terutama narkoba suntik dengan jarum bekas secara bergantian (Drug). “Yang paling penting adalah Edukasi, memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat tentang HIV dan AIDS,”jelasnya.

Iswandi mengungkapkan, siapapun bisa tertular HIV, jika perilakunya beresiko. Penampilan luar bukan jaminan bebas HIV. Karena, Orang dengan HIV positif sering terlihat sehat dan merasa sehat. Tes HIV adalah satu satunya cara untuk mendapatkan kepastian tertularnya HIV atau tidak.“Hanya dengan tes HIV, orang akan tahu positif apa tidak dirinya sudah tertular HIV,”pungkasnya.(Juju/Bara).

Komentar

Komentar