Kritik Terhadap Manajemen Kampus Tak Didengar, Mahasiswa STAIYO Demo

oleh -
Aksi unjuk rasa Forum Komunikasi Mahasiswa STAIYO Wonosari.
iklan dispar
Aksi unjuk rasa Forum Komunikasi Mahasiswa STAIYO Wonosari.
Aksi unjuk rasa Forum Komunikasi Mahasiswa STAIYO Wonosari.

WONOSARI, (KH)— Sekitar 60-an mahasiswa yang tergabung kedalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAIYO) Wonosari melakukan protes keras terhadap civitas akademik, Selasa, (8/2/2016).

Mahasiswa memajang poster-poster di area kampus berbunyi tuntutan dan beraneka ragam tuduhan penyelenggaraan lembaga pendidikan yang dinilai banyak kekurangan. Tak hanya itu mereka juga sempat membakar ban di halaman depan kantor.

Azis Abdulloh koordinator aksi mengaku tidak dapat menahan setumpuk kekesalan terhadap pihak kampus atas berbagai hal yang ia anggap menyebabkan kemunduran eksistensi STAIYO. Sebelumnya melalui forum komunikasi yang diklaim telah berdiri selama dua tahun itu ia sempat menyampaikan kritik baik melalui surat maupun secara langsung kepada pihak pengelola lembaga.

“Forum yang beranggotakan mahasiswa ini berdiri untuk mengkaji kekurangan apa yang ada di internal STAIYO, setelah kami memiliki penilaian lalu kami sampaikan ke kampus,” kata Azis seusai berunjuk rasa.

Beberapa kali menyampaikan kritikan, sambung dia, tidak ada jawaban yang memuaskan. Akhirnya ia dan teman-temannya sepakat untuk mencari perhatian dengan melakukan protes secara langsung kepada ketua lembaga dengan harapan mereka didengarkan, Lagi-lagi hasilnya jauh dari yang diharapkan sehingga terpaksa aksi demo itu muncul.

Contoh kritik yang pernah dilakukan berkaitan dengan salah satu tenaga pengajar atau dosen yang dianggap belum menguasai bidang yang diajarkan, akan tetapi respon lembaga seperti tidak ada, fakta yang ada dosen tetap mengajar dengan cara dan metode yang sama seperti sebelumnya.

“Kami menghargai modul yang dibuat dan diberikan dosen, tetapi menurut kami itu modul tidak ilmiah, saya berani membuktikan,” tandas Azis.

Kemudian terkait dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Azis memaparkan ada pos pembiayaan yang dianggap janggal, kritisi dan pertanyaan secara langsung tak jua mendapat penjelasan jelas dari ketua lembaga. Bahkan jawaban yang keluar dianggap tidak menunjukkan jawaban dari seorang ketua lembaga.

Mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab ini juga menginginkan adanya upaya nyata oleh pihak kampus terhadap kondisi jumlah mahasiswa yang semakin merosot.

Ditanya mengenai tanggapan dengan adanya aksi mahasiswa, ketua lembaga STAIYO, Mardiyo tidak berkomentar banyak, pada forum penyampaian aspirasi pihaknya meminta mahasiswa menyampaikan keinginannya secara tertulis.

Ia juga mengaku sebelumnya tak menduga akan adanya aksi oleh mahasiswa. Bahkan menurut dia aksi tersebut tidak melibatkan organisasi Senat Mahasiswa (SEMA). “Saya belum pernah diberi usul bermacam-macam itu,” ujar dia. (Kandar)

Komentar

Komentar