Korban Bencana Asal Gunungkidul Peroleh Rumah Baru

oleh -4814 Dilihat
oleh
bencana
Penyerahan rumah baru bagi keluarga korban bencana di Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul. (KH/ Kominfo Gunungkidul)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Sebanyak 12 unit rumah diserahkan untuk warga korban bencana di Kabupaten Gunungkidul. Penyerahannya dilakukan oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, Kamis (14/12/2023).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, 12 rumah yang dibangun berdasarkan nama dan alamat atau by name by address (BNBA).

“Sebanyak 6 BNBA bantuan pembangunan untuk korban yang direlokasi, serta 6 BNBA untuk bantuan rehab,” terang Irawan saat penyerahan di Padukuhan Blembem, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin, Kamis (14/12/2023).

Pihaknya juga mengatakan, untuk 6 BNBA bantuan rehab terdapat di 3 kapanewon diantaranya Poniong, Gedangsari dan Semin. Total anggaran untuk pembangunan ini senilai Rp480 juta.

“Untuk pembangunan baru setiap unit dianggarkan Rp50 juta, untuk rehab Rp30 juta,” papar irawan.

Irawan juga mengatakan, pembangunan rumah relokasi korban gempa dan tanah longsor ini diantaranya mendapat bantuan dari Ikatan Keluarga Candirejo (IKC) serta bantuan dari donatur hasil pengumpulaan saat bencana.

“Bantuan tanah diupayakqn dari kalurahan, pondasi dari IKC dan pembangunan dari Pemkab Gunungkidul,” sambung Irawan.

Sementara itu, Lurah Candirejo, Agus Supriyadi mewakili masyarakat penerima bantuan mengucapkan terimakasih. Banyak sekali bantuan yang diberikan baik logistik maupun uang saat bencana terjadi.

“Terimakasih kepada pemerintah daerah, para perantau yang peduli semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

Pada kesempatan penyerahan, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyampaikan, saat ini warga yang sebelumnya tinggal di daerah rawan longsor sekarang sudah aman.

“Silahkan ditempati dan dimanfaatkan dengan baik,” kata Bupati.

Peresmian ditandai dengan pemasangan paneng dan simbolis membuka pintu rumah. Dia menegaskan, relokasi harus dilakukan sebab lokasi  tanah sebelumnya tidak memungkinkan lagi dibangun rumah.

“Bantuan ini diberikan agar warga penerima senantiasa aman dari risiko bencana. Rasa aman dan nyaman harapannya membuat hidup lebih tenteram. Kemudian dapat meningkatkan kesejahteraan bersama keluarga demi masa yang akan datang,” harap bupati. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar