Kompor Kayu, Cara Kreatif Hemat Konsumsi Gas Elpiji

oleh -
iklan hut ri multazam
Kompor kayu berbahan limbah, siasat hemat bahan baar gas. Dok: KH
Kompor kayu berbahan limbah kreasi Bambang Sigit, siasat hemat bahan bakar gas. Dok: KH

DEPOK SLEMAN, (KH),– Naiknya harga gas elpiji sedikit banyak juga membuat pusing masyarakat di perkotaan, karena hampir semua rumah tangga perkotaan mempergunakan elpiji untuk segala keperluan masak-memasaknya. Mensiasati kondisi tersebut, Bambang Sigit, warga yang tinggal di Gandekan Nayan Maguwoharjo Sleman ini mengakalinya dengan membuat kompor berbahan bakar kayu untuk keperluan rumah tangganya.

“Saya membuat kompor kayu sejak sekitar 1 bulan yang lalu. Ide awalnya bagaimana mengurangi penggunaan gas elpiji untuk keperluan rumah tangga. Kebetulan di sekitar rumah saya ada banyak limbah kaleng dan kayu. Itu yang saya manfaatkan sebagai kompor. Hasilnya lumayan, bisa ngurang-ngurangi konsumsi gas elpiji rumah tangga saya,” ujar Bambang kepada KH, Jumat (3/5/2015).

Kompor kayu bikinan Bambang ini sebenarnya cukup sederhana, layaknya penggunaan kayu bakar di tungku dapur rumah tangga perdesaan. Ide cemerlang Bambang adalah, bagaimana ia dapat mempergunakan kayu sebagai bahan bakar di dapur rumah perkotaan tanpa menimbulkan asap dan juga kotoran sisa pembakaran yang menyebar ke mana-mana, sehingga tidak diprotes tetangganya.

Untuk itu, limbah kayu yang banyak ia peroleh di lingkungannya dipotong-potong kecil, dimasukkan ke kaleng sebagai tungku pembakaran. Bambang mengakali munculnya asap hasil pembakaran kayu dengan cara memberikan supply oksigen yang lancar melalui hembusan udara dari putaran kipas listrik melalui lubang yang ia buat dari sisi kaleng.

“Saya menggunakan kompor kayu ini buat rutin merebus air. Sore hari bisa 2 ceret, untuk pagi 1 ceret karena pagi waktunya terburu-buru. Pernah juga untuk ngukus jagung, kacang tanah, pisang, dan kentang. Ini saya lagi ngrebus telur buat acara Paskahan,” ujar warga asal Desa Ngawis Karangmojo Gunungkidul yang bekerja sebagai karyawan hotel GQ di Jl Adisucipto Sleman ini.

Meski penggunaan kompor kayu ini baru coba-coba selama 1 bulan, Bambang sudah merasakan manfaat penghematan pengeluaran rumah tangga. Ia mengungkapkan, untuk membuat kompor tersebut, ia hanya butuh beli fan kecil seharga Rp 40an ribu. Selebihnya ia mempergunakan material limbah yang ada di sekitar lingkungannya.

“Jika sebelumnya untuk 1 bulan masak biasa menghabiskan 3 tabung gas 3kg, maka sekarang habis 2 tabung. Saya belum bisa menghitung secara pasti, karena uji coba ini masih belum maksimal. Tetapi jika hal ini bisa diaplikasikan setiap hari tentu saya yakin akan lebih hemat,” ujarnya. (Andriani).

Komentar

Komentar