Kompak Berharap Jalur Satu Arah dari Timur

oleh -
iklan dispar

TEPUS, kabarhandayani.– Perkumpulan pelaku usaha di Pantai Pulang Sawal/Indrayanti melalui Ketua Komunitas Oesaha Masyarakat (Kompak) Pantai Kawasan Indrayanti Hendro Pratopo berharap penerapan kebijakan jalur 1 arah yang diterapkan Satlantas Polres Gunungkidul dalam liburan tersisa ini dapat diubah dari arah timur, yaitu dari 2 Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) yang ada di Kecatamatan Tepus. Harapan itu muncul agar keluhan para pelaku usaha yang terjadi di beberapa pantai dapat teratasi.
Hendro menuturkan, keluhan pedagang bukan hanya terjadi di Pantai Kukup hingga Pantai Slili. Namun keluhan itu menurutnya juga dirasakan para pedagang di Pantai Indarayanti.
“Bukan hanya mereka sebenarnya yang terkena dampaknya, tapi kami juga merasakan hal yang sama. Laporan dari beberapa penjual kelapa muda menunjukkan penurunan omset dibanding Lebaran tahun kemarin,” jelas Hendro, Jumat (1/8/2014).
Hendro menambahkan dengan adanya kebijakan ini, banyak wisatawan yang tidak bisa mengejar target waktu yang telah mereka jadwalkan. Banyak wisatawan yang harus berputar arah melalui Pantai Baron sehingga sampai di Pantai Indrayanti telah sore.
Selain itu, kemacetan yang terjadi di area Pantai Indrayanti menjadi sangat padat menjelang dan memasuki arus kepulangan wisatawan ketika sore hari. Sehingan menurut Hendro wisatawan tidak bisa berlama-lama singgah di destinasi wisata ini.
“Tujuan wisatawan mungkin banyak yang ke Indrayanti, tapi jalur ini menjadi tidak menguntungkan bagi kami. Untuk hari Sabtu dan Minggu ini, jalur 1 arah kami harap dari arah timur,” harapnya.
Bahkan apabila dikabulkan, Hendro menginginkan jalur menuju area wisata pantai dikembalikan sedia kala. Dengan cara ini wisatawan dianggapnya bisa mencapai target waktu yang telah mereka rencanakan.
“Kasihan wisatawan yang sebenarnya tujuan utamanya ke sini tapi harus muter-muter. Mereka harus terjebak kemacetan sehingga di pantainya cuma sebentar karena hanya membuang-buang waktu di jalan,” keluhnya.
Terpisah, menanggapi hal ini Saryanto Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Gunungkidul mengungkapkan kebijakan ini sepenuhnya bukan dari dinas yang dipimpinnya. Namun keluhan-keluhan ini akan ia tampung agar ke depannya tidak ada yang merasa dirugikan.
“Yang seperti ini pasti kita dengar sebagai bahan evaluasi ke depan. Segala kebijakan memang seharusnya dapat meminimalisir kerugian pihak tertentu,” ujarnya.
Pantauan KH di TPR Baron I pada Jumat sore (1/7/2014), banyak kendaraan yang telah dikeluarkan dari jalur ini. Kepulangan wisatawan terlihat tidak hanya terpusat di jalur Tepus, sehingga arus kendaraan menjadi bisa terurai menjadi beberap titik pintu keluar. (Maryanto/Hfs)

Komentar

Komentar