Khawatir Mayat Digondol Harimau, Warga Tunggui Makam

oleh -
Supoyo dan Marto Suwito ketika berada di kuburan Kedokan, Desa Hargosari menunggui makam salah satu warga yang baru saja dikubur. KH/ woro.
iklan dispar
Supoyo dan Marto Suwito ketika berada di kuburan Kedokan, Desa Hargosari menunggui makam salah satu warga yang baru saja dikubur. KH/ woro.

TANJUNGSARI, (KH)– Bagi sebagian masyarakat, apalagi perkotaan, fenomena harimau menggondol mayat yang baru saja dikubur adalah sesuatu yang sulit dipercayai dan menganggapnya tak lebih dari mitos belaka. Akan tetapi bagi sebagian masyarakat Desa Hargosari, Kecamatan Tanjungsari fenomena tersebut dianggap nyata adanya.

Mereka menyakini bahwa harimau yang bersembunyi di song-song bukit dan hutan akan muncul manakala mencium bau mayat yang masih baru. Maka ketika ada orang meninggal, mereka akan menunggu makam paling tidak seminggu semenjak mayat dikuburkan. Bahkan beberapa keluarga rela melakukan lebih dari itu.

Udara malam itu, Jumat, (10/03/2017) terasa dingin menembus kulit. Tapi hal itu sama sekali tak menghalangi Supoyo (60) dan Marto Suwito (60) untuk datang ke kuburan Kedokan, Hargosari, dimana mayat Ny. Sartini dimakamkan.

Mereka berada di kuburan Kedokan karena diresoyo, dimintai tolong oleh keluarga Sartini untuk menjaga jenazah yang baru saja dimakamkan. Menurut keterangan yang disampaikan keduanya, tugas menjaga makam yang masih baru biasanya dilakukan oleh pihak keluarga jenazah dengan dibantu sanak saudara maupun tetangga. Akan tetapi sebagian warga ada yang menggunakan jasa orang lain yang memang terbiasa melaksanakan tugas tak lazim tersebut.

Ketika ditanya mengapa kuburan-kuburan baru tersebut mesti dijaga, Supoyo menjawab sebagai bentuk antisipasi dari kemungkinan akan adanya harimau yang akan menggondol mayat. “Untuk jaga-jaga saja. Siapa tahu ada simbah (-red, sebutan untuk harimau) yang datang,” jelasnya sembari menghisap rokok kreteknya. Menurutnya, fenomena harimau menggondol mayat adalah benar adanya, bukan mengada-ada.

Dengan penuh semangat Supoyo berkisah pernah beberapa kali melihat harimau jenis rambon, baik seekor maupun bergerombol mendekati makam-makam yang masih baru. Harimau rambon adalah jenis harimau yang memiliki ukuran tubuh sebesar kambing dewasa akan tetapi lebih panjang. Menurutnya harimau yang terbiasa bersembunyi di gua-gua bukit ini sangat agresif dan memiliki penciuman yang sangat tajam. Supoyo bahkan mengaku, dulu, saat masih muda pernah melihat penampakan harimau yang membawa mayat dengan cara digendong di punggungnya.

Kesaksian senada disampaikan Tuginem yang mengaku pernah melihat harimau menggendong mayat melintas di depan rumahnya pada dini hari ketika hendak ke pasar Bintaos.

“Saya kira ada pedagang memikul sesuatu, tapi setelah diamati benar, ternyata macan,” jelasnya dalam bahasa Jawa.

Sementara ditemui terpisah, salah satu warga setempat Wasirun menyangsikan kebenaran adanya harimau yang menggondol mayat, apalagi di tahun-tahun belakangan ini. Selain itu, menurutnya pengetahuan warga terbatas dari mendengar cerita-cerita para sesepuh dusun.

“Orang-orang di sini tahunya hanya berdasarkan cerita orang-orang tua. Mereka tidak pernah melihat langsung,” jelasnya saat ditemui di rumah salah seorang warga yang sedang berkabung.

Adapun pengamat sosial Maryanto mengatakan bahwa terlepas ada tidaknya fenomena harimau menggondol mayat, menunggu kubur yang masih baru tidaklah salah untuk tetap dijalankan.

“Ini bisa dimaknai sebagai bentuk penghormatan dan bakti pada orang yang telah meninggal,” terangnya. (Woro)

Komentar

Komentar