Kesehatan Pasien Positif Covid-19 Di Gunungkidul Semakin Baik

oleh -
ilustrasi. (sumber: internet)
iklan-idul-fitri-smkn3-wno

WONOSARI, (KH),– Patut disyukuri, warga asal Kecamatan Ponjong yang dinyatakan positif terjangkit Coronavirus Diseae atau Covid-19 kondisi kesehatannya semakin baik.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty, Rabu, (1/4/2020) mengungkapkan, pihaknya masih menunggu hasil lab pasien untuk yang ke dua kalinya pasca tes pertama dinyatakan positif, (25/3/2020) lalu.

iklan kejari

“Kondisi kesehatan pasien sangat baik. Sepertinya antrian tes berikutnya sangat panjang sehingga lama keluar,” kata dia melalui pesan Whatsapp.

Sebagaimana diketahui, pasien positif Corona tersebut merupakan pemudik asal Jakarta. Temuan ini membuat Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 berupaya melakukan antisipasi penyebaran virus dengan tidak mengabaikan membanjirnya perantau yang pulang ke Gunungkidul.

Sebab, selain jumlahnya sangat banyak, sebagian besar mereka pulang dari daerah endemic Corona. Gugus Tugas sejak Selasa, (31/3/2020) lalu mendirikan pos screening. Terdiri dari 2 pos utama dan 9 pos bantu atau tambahan.

Dua pos utama berada di Terminal Dhaksinarga Wonosari dan terminal Semin. Ketua Gugus Tugas Pengendalian Covid-19, Immawan Wahyudi mengatakan, pemudik yang turun dari bus disambut petugas kemudian langsung masuk ke bilik disinfektan.

“Lantas disemprot dengan cairan yang dipastikan aman untuk tubuh, lalu cuci tangan, dan terakhir memeriksa kesehatan,” jelas Wakil Bupati Gunungkidul ini.

Pemudik, sambung dia, juga mengisi data diri guna pemantauan. Jika ada yang mengeluh sakit segera akan dirujuk ke Puskesmas terdekat. Sementara untuk pemudik yang turun di jalan, screening akan dilakukan pihak desa.

Kepala Dinas Kominfo, Kelik Yuniantoro menambahkan, hingga hari ini, pemudik yang masuk ke Gunungkidul mencapai 5.000 warga. Selain data laporan Dinas Perhubungan, update data dilakukan melalui Sistem Informasi Desa (SID).

“SID bisa lebih akurat ketimbang pelaksanaan pendataan di terminal, karena dilakukan di desa dengan melibatkan ketua RT/RW maupun kepala dusun,” kata Kelik.

Adapun data data Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Gunungkidul jumlahnya semakin naik. Saat ini terdapat 704 orang ODP, dua diantaranya dirawat. Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 29 orang. Hingga saat ini jumlah yang sudah diambil spesimennya ada 11 orang. Lagi-lagi hasilnya juga masih menunggu dari pusat.

Tingginya ODP dibanding wilayah lain di DIY, sebagaimana penjelasan Gugus Tugas, bertambah karena banyak orang yang memiliki keluhan ringan tetapi karena datang dari zona transmisi lokal maka dikategorikan ODP. (Kandar)

hut gk kh

Komentar

Komentar