Kegiatan “Youth Camp” di Desa Bleberan Resmi Dibuka

oleh -
Kegiatan Youth Camp. Foto : Hari
iklan dispar
Kegiatan Youth Camp. Foto : Hari
Kegiatan Youth Camp. Foto : Hari

PLAYEN,(KH) — Kamis (23/4/15) di Balai Desa Bleberan, Kecamatan Playen , resmi dibuka kegiatan “Youth Camp” dengan tema Pendidik Sebaya Untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang diselenggarakan oleh Rifka Annisa yang akan berlangsung 23-26 April 2015.

Masih tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak di berbagai tempat membuat banyak pihak prihatin. Saat ini telah banyak pihak yang bersinergi menangani perempuan dan anak korban kekerasan, seperti Rifka Annisa. Lembaga Swadaya Masyarakat yang lain, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Unit Pelayanan Perempuan dan Anak di Kepolsian, serta Unit Pelayanan Perempuan di Rumah Sakit. Namun, lembaga-lembaga tersebut tentu masih memiliki keterbatasan dalam menjangkau korban dan pencegahannya.

Pemberdayaan masyarakat; termasuk di dalamnya remaja, merupakan langkah strategis untuk mengatasi masalah tersebut, karena tidak bisa dipungkiri korban dari kekerasan seksual kebanyakan adalah anak-anak dan remaja. salah satu cara yang dilakukan untuk melibatkan mereka adalah dengan pelatihan pendidik sebaya untuk pencegahan dan penanganan kekerasan perempuan dan anak. Dari kegiatan ini diharapkan remaja mempunyai kesadaran, sehingga aktif melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan dan penanganan kekerasan perempuan dan anak.

Peserta kegiatan “Youth Camp” melibatkan 20 siswa terdiri dari laki-laki dan perempuan dari 4 sekolah (SMK N 1 Wonosari, SMK N 1 Saptosari, SMK N 1 Ngawen, SMK N 1 Gedangsari) dan 12 remaja dari komunitas di Gunungkidul yang berusia antara 16-22 tahun dan belum menikah, dengan total peserta 32 orang. Peserta akan tinggal bersama di beberapa rumah warga di komunitas Padukuhan Tanjung I, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul. Tempat ini dipilih dengan harapan peserta dapat mengetahui dan memahami secara langsung permasalahan sosial yang ada di desa. Selain itu, juga meningkatkan kemampuan kemandirian dan bersosialisasi dengan masyarakat.

Hartono, Kades Bleberan kepada KH mengatakan, sangat mendukung kegiatan ini karena memang sangat positif dan sangat perlu, mengingat akhir akhir ini semakin banyak saja kasus kasus yang melibatkan remaja menjadi pelaku maupun korbannya. Kamis (23/4/15)

“Selalu mendukung kegiatan semacam ini, akan tetapi dengan catatan kegiatan yang diadakan tidak mengganggu proses belajar peserta yang statusnya masih pelajar. Kemarin sebelum acara juga sudah berdiskusi tentang ini dengan penyelenggara (Rifka Annisa), dan memang kegiatan ini tidak mengganggu belajar dan sudah memperoleh ijin, baik dari pihak orang tua maupun dari sekolah masing-masing,” tambah Hartono.

Harapan dari diadakan “Youth Camp” sendiri adalah peserta meningkat pemahamannya tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak; mampu melakukan fasilitasi di kalangan teman sebaya dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak; serta mampu merancang kegiatan sosialisasi dan kampanye dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di kalangan teman sebayanya (remaja) sebagai tindak lanjut pelatihan.(Hari)

Komentar

Komentar