Kambing Lebih Diminati Menjelang Idul Adha

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani,– Menjelang Idul Adha tahun ini harga hewan kurban mengalami kenaikan 25 sampai 35 persen. Kenaikan harga hewan kurban selain menyesuaikan dengan nilai keekonomian saat ini, juga disebabkan naiknya harga pakan ternak.
Dari hasil pantauan di beberapa pedagang hewan kurban yang ada di Gunungkidul, saat ini harga hewan kurban kambing mengalami kenaikan dari harga tahun lalu sekitar Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta, tahun ini menjadi Rp 1,6 juta sampai Rp 3,3 juta per ekor. Ini tergantung kondisi ternak.
“Kelihatan kondisinya sehat dilihat dari kulitnya yang bersih, hidungnya yang berair, dan matanya cerah,” jelas Waryoto pedagang hewan kurban asal Siraman.
Lebih lanjut Waryoto menjelaskan, bahwa dirinya setiap Idul Adha selalu menjual sapi juga. Namun untuk tahun ini, ia lebih memilih menjual hewan kurban kambing dari pada sapi. Pasalnya harga sapi yang melambung tinggi diprediksi akan sulit untuk menjualnya.
“Daripada dagangan tidak laku terjual dan rugi, lebih baik cari amannya saja dengan menjual kambing. Terbukti masyarakat lebih memilih hewan kurban kambing,” jelasnya.
Untuk pemasarannya, ia menjual kambing dari daerah Gunungkidul ke Tangerang. “Untuk tahun ini saya menjual 270 ekor kambing, dan sudah dua kali mengirim ke daerah Tangerang,” imbuhnya.
Ia juga menambahkan, hewan kurban dari Gunungkidul mempunyai daya saing yang tinggi di kota-kota besar. “Selain kualitas dagingnya yang tidak basah, hewan kurban yang saya jual, murah dan berdaging,” katanya.
Puncak lonjakan harga sapi dan kambing ini diperkirakan akan terjadi sampai dengan 5 Oktober. Dimungkinkan harga akan mulai berangsur turun setelah bulan November 2014. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, harga masih akan tetap naik paling tidak sampai 2 bulan setelah Idul Adha,” pungkasnya. (Atmaja/Tty)

Komentar

Komentar