Inspiratif, Fadmiyati Akan Buat Miniatur Toleransi Beragama Di Sekolah

oleh -
Fadmiyati, M.Pd, Kepala Sekolah SMA N 2 Playen. KH/ Kandar
iklan dispar
Fadmiyati, M.Pd, Kepala Sekolah SMA N 2 Playen. KH/ Kandar
Fadmiyati, M.Pd, Kepala Sekolah SMA N 2 Playen. KH/ Kandar

PLAYEN, (KH)— Bhineka Tunggal Ika adalah semboyan Bangsa Indonesia. Yang tak lain mengandung maksud bahwa meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya Bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan meski terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan dalam sebuah kerukunan.

Hal ini menjadi salah satu semangat Fadmiyati, M.Pd Kepala Sekolah SMA N 2 Playen untuk merencanakan membuat Miniatur Toleransi Beragama di lingkungan sekolahnya. Rancangannya, pada salah satu sudut di komplek sekolah akan dibangun tiga tempat ibadah, untuk Agama Islam, Nasrani dan Katholik.

Religion Toleran ini akan kita realisasikan dengan pembangun tempat ibadah dari 3 agama pada satu zona, kalau nanti ada siswa dengan agama yang lain akan ditambahkan. Nanti diupayakan dengan dukungan dari dana revitalisasi sekolah,” Kata Fadmiyati beberapa waktu lalu.

Dengan begitu diharapkan secara alami akan terbentuk dalam diri pelajar untuk memiliki karakter yang cinta suasana damai, tertib, tentram, hormat menghormati, harga menghargai, tenggang rasa, gotong royong sesuai dengan ajaran agama masing-masing.

Akan dibentuk pula, lanjut Fadmiyati, suatu kelompok diskusi antar agama. Isinya terdiri dari anak-anak pemerhati toleransi beragama. Mereka digiring untuk tidak memandang pebedaan agama, karena agama adalah hak masing-masing manusia.

“Jangan dipandang perbedaan agamanya, tetapi bagaimana seorang Nasrani sesuai ajarannya memanusiakan manusia, lalu bagaimana dengan seorang Muslim, dan seterusnya,” imbuh dia.

Dirinya yakin, kalau anak itu agamanya bagus, pasti karakternya juga bagus, kalau karakternya bagus guru dalam mengajar akan mudah untuk masuk ke dalam 8 kecerdasan anak sesuai teori Howard Gardner dari Universitas Havard.

Howard membaginya menjadi delapan jenis kecerdasan anak, papar Fadmiyanti, yaitu;  word smart (kecerdasan linguistik), number smart (kecerdasan logika atau matematis), self smart  (kecerdasan intrapersonal), people smart (kecerdasan interpersonal), musik smart (kecerdasan musikal), picture smart (kecerdasan spasial), body smart (kecerdasan kinetik), dan nature smart (kecerdasan naturalis). (Kandar)

Komentar

Komentar