Inbup Gunungkidul Terkait PPKM Level 3 Keluar, Kegiatan Wisata Masih Ditutup

oleh -
sunaryanta
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. (Foto: KH/ Edi Padmo)

WONOSARI, (KH),– Instruksi Bupati (Inbup) Gunungkidul nomor 443/3992 mengenai PPKM level 3 di Gunungkidul dikeluarkan dan ditandatangani Selasa, (7/9/2021). Inbup tersebut menjadi referensi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Inbup diberlakukan mulai tanggal setelah ditandatangani hingga 13 September mendatang. Bupati Gunungkidul, Sunaryanta masih menginstruksikan sejumlah kegiatan dilakukan dengan pembatasan.

“Pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh atau tatap muka maksimal 50 persen dari kapasitas, kecuali pada SDLB, MILB, SMPLB, SMLB dan MALB yang maksimal hanya bisa diikuti 5 siswa per kelas,” demikian bunyi diktum ke Sembilan pada poin 1 dan 2.

Mengenai aturan hajatan, dalam instruksi jelas disebut, seperti pernikahan dan takziah maksimal hanya diiukti atau dihadiri 20 oarang. Pemilik hajatan juga dilarang menyediakan makan di tempat.

Sementara itu, untuk kegiatan wisata, sebagaimana diatur melalui instruksi yang masuk dalam lingkup kegiatan pada fasilitas umum, termasuk taman dan area publik lainnya masih ditutup sementara.

Kebijakan pembukaan destinasi wisata mengikuti kebijakan Kemenparekraf. Sebagaimana disampaikan Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono, destinasi wisata di Gunungkidul tidak ada yang dikehendaki untuk uji coba buka dengan sejumlah ketentuan.

“Di DIY hanya ada tiga yang bisa uji coba buka, 3 destinasi tersebut berada di Kota Yogyakarta, Bantul dan Sleman,” kata Hary, Rabu (8/9/2021).

Pihaknya merencanakan melakukan studi banding ke Taman Pintar. Destinasi tersebut menjadi salah satu yang dipilih untuk melakukan uji coba dengan berbagai ketentuan.

“Justru diuntungkan karena kita akan belajar ke Taman Pintar seperti apa uji coba yang dilakukan,” imbuh Hary.

Pihaknya mengakui, selama PPKM masih ada wisatawan yang lolos masuk ke destinasi wisata khususnya pantai. Pihaknya telah melakukan evaluasi bersama petugas pos retribusi dan petugas lain seperti SAR Satlinmas.

“Evaluasi diantaranya soal masuknya wisatawan melalui jalur tikus termasuk pengunjung yang dijemput oleh pengelola penginapan,” tukas Hary. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar