Immawan Berharap Ada Kerja Sama Segitiga

oleh -
iklan dispar
image
Immawan Wahyudi,Wakil Bupati Gunungkidul. KH/Juju

WONOSARI,(KH)— Kisruh lahan atas tanah di Pantai Watu Kodok, Desa Kemadang, Tanjungsari belum menemukan titik temu. Bahkan warga mengaku terus dibayang-bayangi penggusuran lahan oleh investor yang mengaku memiliki kekancingan atas tanah Sultan Ground (SG) tersebut.

Menyikapi masalah ini, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi meminta kepada warga dan calon investor untuk menyelesaikan masalah sengketa lahan dengan kepala dingin. Agar semua pihak mendapat keuntungan. 

“Untuk mengantisipasi hal serupa (sengketa lahan) terjadi di kawasan lain harus ada kerja sama segi tiga,” kata Immawan usai menghadiri pelantikan PPK di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Kamis (28/5/2015).

Dia menjelaskan, kerjasama segi tiga yang dimaksud adalah kerjasama yang melibatkan masyarakat, calon investor dan pemerintah daerah. Selain untuk meminimalisir konflik, kerjasama segitiga ini diharapkan dapat mendatangkan keuntungan.

“Jadi investor sebelum menggunakan tanah entah itu tanah SG atau bukan ada baiknya menjalin komunikasi dulu dengan warga, jadi konflik penggunaan lahan dapat diatasi,”papar orang nomor dua di pemerintahan ini. 

Immawan mengungkapkan,terkait penggunaan tanah SG yang dituangkan dalam kekancingan merupakan seluruhnya kewenangan Kraton Yogyakarta dalam hal ini Paniti Kismo. “Kita tidak memiliki hak mengenai tanah SG, karena kekancingan yang mengeluarkan kraton,”terangnya.

Meski demikian, untuk meminimalisir konflik penggunaan tanah SG di Kabupaten Gunungkidul, Immawan mengaku Pemkab telah membuat Memorandum of Understanding (MOU) dengan Kraton Yogyakarta. “Dengan MOU ini pendegelagasian dalam kaitan pengauan kekancingan dan pengawasan harus dikoordinasikan lagi,”jelasnya. 

Namun disinggung masalah isi dari MOU, Immawan belum bisa menjelaskan. Pihaknya belum mengetahui secara detail apakah MOU tersebut didalamnya sudah klausal ketugasan.” Belum mengetahui secara pasti,”tegas Immawan. 

Immawan menambahkan, agar sengketa lahan tersebut segera diselesaikan, semua pihak yang terlibat untuk berkomunikasi secara intensif.”Warga dan investor harus berkomunikasi dengan baik, dijelaskan kedudukanya dan diajak kerjasama,”katanya.

Sementara seorang pedagang Sakim mengatakan, kabar akan digusurnya lapak milik pedagang membuat pedagang resah. Bahkan beberapa pedagang memilih menginap di Pantai Watu Kodok.”Kita memilih mempertahankan usaha kita, karena dari usaha ini kita hidup,”tandasnya. (Juju)

Posted from WordPress for Android

Komentar

Komentar