Idul Fitri Jatuh pada Hari Berbeda, Kemenag Gunungkidul Minta Masyarakat tak Persoalkan

oleh -2648 Dilihat
oleh
Kemenag
Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul, Sa'ban Nuroni didampingi sejumlah kepala seksi. (KH/ Kandar)

GUNUNGKIDUL, (KH),— Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H dimungkinkan jatuh pada hari berbeda. Perbedaan terjadi antara pemerintah termasuk Nahdlatul Ulama dengan umat Muhammadiyah.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul, Sa’ban Nuroni meminta, perbedaan tersebut tak perlu dijadikan persoalan.Dia mengatakan, perbedaan timbul menyesuaikan teknik penentuannya, antara yang dipakai oleh pemerintah atau yang umum oleh Nahdlatul Ulama (NU) dan umat Muhammadiyah.

“Muhammadiyah memutuskan 1 Syawal 1444 H jatuh pada tanggal 21 April 2023. Sementara itu pemerintah akan menunggu proses sidang isbat,” kata dia Jumat, (14/4/2023) di Wonosari.

Sementara itu, kemungkinan besar pemerintah atau NU menetepkan Idul Fitri pada tanggal 22 April 2023.Hari Raya IdulFitri, tandasnya, tetap jatuh pada 1 Syawal, namun akan berbeda jika mengacu pada kalender Masehi.

“Sekali lagi tak perlu jadi persoalan. Masyarakat kami harap saling menghormati,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan, berkaitan dengan penyelenggaraan Idul Fitri pemerintah bukan bertindak sebagai pengatur, akan tetapi sebagai fasilitator.

“Masyarakat silahkan menjalankan ibadah Idul Fitri sesuai hari yang diyakini. Kami akan fasilitasi seperti misalnya ada permintaan khotib,” tuturnya.

Saat ini pihaknya juga melakukan pendataan kelompok umat beragama yang dimungkinkan menjalankan Idul Fitri pada hari yang berbeda. Baik dengan Muhammadiyah dan NU. Berkaitan dengan pelaksanaan pendataan itu, dia tegaskan, orientasinya hanya pada persiapan pelayanan manakala dibutuhkan. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar