Hati-Hati, Wartawan Gadungan Beraksi di Gunungkidul

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.– Sejumlah pejabat Pemkab Gunungkidul baru saja menjadi target penipuan oknum yang mangaku sebagai wartawan. Modus yang digunakan yakni dengan meminta mentransfer sejumlah uang melalui rekening bank dengan dalih untuk membantu keluarganya yang sedang dirawat di rumah sakit.
Dari data sementara yang berhasil dihimpun, ada sedikitnya 4 camat, termasuk Camat Semanu dan Paliyan yang mengaku dihubungi oknum wartawan tersebut untuk meminta uang dengan alasan untuk biaya pengobatan keluarganya yang sedang dirawat di RSUP Dr Sardjito.
“Saat saya ditelfon, oknum wartawan tersebut membacakan sebuah nomor rekening, dan meminta saya untuk menyumbang sejumlah uang dengan keperluan untuk membantu biaya operasi,” kata Camat Semanu, Wastana, saat ditemui di Sekretariat PWI Pokja Gunungkidul, Minggu (14/9/2014).
Untuk memanfaatkan korbannya, oknum wartwan tersebut juga mengirimkan pesan melalui SMS. Dalam SMS tertulis sebuah rekening BRI bernomer 615301010804536 atas nama Ny Nofea Windrawati yang katanya isteri Didik, salah satu wartawan di Gunungkidul.
Kecurigaan Wastana muncul, saat dirinya hendak konfirmasi masalah tersebut ke PWI tetapi justru oknum tersebut sontak marah-marah. “Saya hanya ngomong, saya konfirmasi dulu dengan PWI, malah pelaku yang bernama Yudi ini  justru marah-marah,” kata Wastana.
Selain Camat Semanu, Camat Paliyan Marwatahadi serta salah satu pejabat Pemkab Gunungkidul juga mengaku dihubungi oleh oknum wartawan tersebut. Dalam mengelabuhi korban, oknum wartawan tersebut menggunakan modus yang sama. Marwatahadi juga mendapat perlakuan tidak mengenakan saat akan mencoba berkoordinasi dengan PWI Pokja Gunungkidul.
“Kami berharap pihak berwajib dan Persatuan Wartawan Indonesia mengambil tindakan terhadap adanya seseorang mengaku wartawan dan berusaha memeras maupun meminta uang,” pintanya.
Koordinator Wartawan Daerah PWI Pokja Gunungkidul, Bambang Purwanto meminta para pejabat, masyarakat tidak mudah percaya dengan adanya seseorang mengaku wartawan. Dalam tugasnya, wartawan tidak dibenarkan meminta uang kepada siapapun termasuk pejabat. Terlebih lagi dengan mengaku sebagai wartawan dan digunakan untuk mengambil keuntungan hal itu jelas sebuah pelanggaran.
“Jika ada seseorang mengaku wartawan dan meminta uang dipersilakan untuk menginformasikan kepada kami dan kepolisian. Karena dengan alasan apapun tidak dibenarkan seorang wartawan meminta uang. Perbuatan itu jelas melanggar kode etik, dan merupakan tindakan pidana,” pungkasnya. (Juju/Jjw, Foto: illustrasi/kabar17.com).

Komentar

Komentar