Hati-Hati Berfoto di Depan Ikon Gunungkidul Handayani

oleh -
Kemacetan di depan Ikon Gunungkidul Handayani, Patuk. Foto : Surya
iklan dispar
Kemacetan di depan Ikon Gunungkidul Handayani, Patuk. Foto : Surya
Kemacetan di depan Ikon Gunungkidul Handayani, Patuk. Foto : Surya

PATUK, (KH) — Keberadaan papan tulisan Gunungkidul Handayani di gerbang Patuk ternyata menarik perhatian beberapa wisatawan yang datang ke Gunungkidul. Sembari melanjutkan perjalanan, para wisatawan menyempatkan waktu untuk berfoto di sekitar papan tulisan tersebut.

Hendrianto seorang pengunjung asal Purworejo, Jawa Tengah mengaku, salah satu oleh-oleh yang didapat dari liburannya adalah foto-foto di Kabupaten Gunungkidul. Menurutnya, papan yang besar yang bertuliskan Gunungkidul Handayani tersebut menjadi salah satu objek menarik untuk mengabadikan moment.

“Tulisan ini menarik, karena menjadi salah satu keistimewaan tersendiri dan salah satu hal yang kami dapat saat berkunjung ke Gunungkidul,” ucap Hendri. Sabtu (3/2).

Hendri mengaku, pada liburan terakhirnya di Gunungkidul, papan tulisan tersebut belum dipasang. Selain papan tulisan tersebut, ia juga menyempatkan waktu untuk berfoto-foto di sekitar relief Geopark Gunungsewu.

Banyaknya kemajuan dan pembaruan di bidang pariwisata menurut Hendri semakin membuktikan bahwa Gunungkidul memang gudangnya objek wisata. “Tadi kami mengunjungi pantai dan air terjun Sri Gethuk, dan pulangnya kami mendapat oleh-oleh lain yakni berfoto-foto di Patuk ini,” ujarnya.

Memang papan tulisan dan relief yang berada di Kecamatan Patuk tersebut sangat menarik perhatian dari wisatawan. Namun demikian, wisatawan juga perlu berhati-hati jika ingin berfoto ria di kawasan tersebut. Pasalnya kawasan tersebut merupakan jalur utama lalu lintas menuju Gunungkidul.

Tak jarang kemacetan sering terjadi di dua titik tersebut karena belum adanya tempat parkir yang memadai. Menanggapi hal tersbut Camat Patuk, Haryo Ambar Suwardi akan memikirkan untuk tempat parkir, yang sedianya dapat memberikan rasa aman baik bagi pengunjung maupun pengendara.

“Memang sangat berbahaya jika parkir di bahu jalan, mengingat jalur tersebut merupakan jalur ramai, maka dari itu kami akan coba untuk membuat tempat parkir di sekitar kawasan tersebut,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, memang sejatinya dua kawasan yang bukan tempat untuk beristirahat juga dapat menimbulkan kemacetan. “Sebenarnya tempat yang dijadikan sebagai tempat beristirahat itu di rest area Bunder. Tetapi setelah kami amati sebagian wisatawan justru banyak yang mengabadikan momentum sembari beristirahat di kawasan tersebut,” pungkas Haryo. (Atmaja)

Komentar

Komentar