Harga Naik, Pedagang Daging Enggan Ambil Pusing

oleh -
Penjual Daging di Pasar Argosari. KH/Dwianjani
iklan dispar
Penjual Daging di Pasar Argosari. KH/Dwianjani
Penjual Daging di Pasar Argosari. KH/Dwianjani

WONOSARI, (KH) — Kenaikan harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di beberapa daerah, seperti Jakarta dan sebagian wilayah DIY, ternyata tidak berpengaruh pada harga daging sapi yang ada di Pasar Argosari, Wonosari. Kendati tidak mengalami kenaikan harga se-ekstrem di beberapa wilayah tersebut, kenaikan harga terjadi di ambang batas harga normal, yakni berkisar Rp. 125.000,- Kenaikan ini dirasa wajar oleh sejumlah pedagang yang enggan mengambil pusing tentang kenaikan harga daging sapi tersebut.

Salah satu pedagang daging sapi asal Ngebrak, Ngadirah, mengaku kondisi mogok berjualan yang terjadi di beberapa tempat, tidak terjadi di Gunungkidul. Meskipun ia mengakui adanya kenaikan harga berkisar Rp.  3.000. Namun, angka tersebut dianggap wajar terjadi.
“Ini hanya naik Rp 3.000 tapi biasa saja, seminggu lalu harganya masih Rp 122 ribu,” ucapnya sembari melayani pelanggan, Selasa (18/07).
Ngadirah mengaku dalam satu hari ia bisa menjual sedikitnya 45 kilogram daging sapi kualitas sedang dan baik. Jumlah tersebut masih stabil sejak lebaran usai hingga saat ini.
“Masih sama jumlah penjualannya,” pungkasnya. (Maria Dwianjani)

Komentar

Komentar