Goa Ngingrong Sajikan Beragam Wisata Minat Khusus

oleh -
Flying fox, salah satu layanan wisata minat khusus di Lembah/ Goa Ngingrong. KH/ S. Yanto
iklan dispar
Flying fox, salah satu layanan wisata minat khusus di Lembah/ Goa Ngingrong. KH/ S. Yanto
Flying fox, salah satu layanan wisata minat khusus di Lembah/ Goa Ngingrong. KH/ S. Yanto

WONOSARI, (KH)— Destinasi wisata Goa Ngingrong, Desa Mulo semakin berbenah. Dari tahun ke tahun tempat ini terus mencoba memanjakan pengunjung dengan berbagai fasilitas.

Fasilitas terbaru yang saat ini bisa dinikmati adalah fasilitas Rappelling, flying fox, dan caving. fasilitas ini  mulai dibangun sejak satu tahun terakhir sebagai bentuk rintisan desa wisata.

Lokasinya yang strategis cukup memudahkan pengunjung untuk menikmati layanan wisata yang ditawarkan oleh para pemandu di sana. Selama liburan  Lebaran tahun ini, ratusan pengunjung telah menikmati Rappelling dan flying fox.

Biaya untuk menikmati Rappeling, pengunjung harus mengeluarkan uang sejumlah Rp 35 ribu guna menempuh tebing sedalam 30 meter hinga 80 meter. Sedangkan untuk flying fox pengunjung cukup membayar dengan Rp 15 ribu saja.

Caving atau susur goa menawarkan 2 macam paket, yaitu  horizontal caving dan vertical caving. Horisontal caving menempuh jarak antara Goa Lengkep hingga Goa Ngoboran sejauh 200 meter. Untuk paket ini setiap orang harus mengeluarkan biaya Rp 30 ribu. sementara untuk vertical caving yaitu penelusuran goa ke arah bawah dipatok dengan tarif 500 ribu/paket untuk 5 orang.

Sebelumnya, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan hanya pada hari libur saja. Namun sekarang, setiap hari selalu ada pengunjung yang datang meski hanya pengunjung lokal Gunungkidul.

Geliat wisata di lembah Goa Ngingrong memang semakin terasa setelah dibangun sederaretan ruko untuk melayani keperluan wisatawan. Mulai dari rumah makan, toilet, mushola, hingga area parkir telah tertata dan terkelola.

Guna mengantisipasi bahaya atau resiko pengunjung terperosok ke dasar tebing, Pokdarwis Desa Mulo yang bekerja sama dengan berbagai pihak telah merencanakan pembangunan pagar yang mengitari tebing di Goa Ngingrong. Sumarsidi, salah satu anggota Pokdarwis Desa Mulo mengemukakan perencanaan pembangunan pagar ini akan dilakukan bersamaan dengan perencanaan desain pembangunan bagian lain, seperti area parkir dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.

“Salah satu yang terlibat adalah dari pihak perguruan tinggi. Kita akan dibantu dari UPN Veteran Jogja guna mempelajari konstruksi tanah dan bebatuan, sehingga akan diketahui tingkat keamanan untuk setiap sisi area sebelum dilakukan pembangunan,” ujarnya, Rabu (13/7/2016).

Selain itu, destinasi Goa Ngingrong akan diintegrasikan dengan Stone Garden yang sama-sama baru dalam proses pengerjaan. Jarak Goa Ngingrong yang hanya sekitar 200 meter dari Stone Garden hampir bisa dipastikan bahwa destinasi wisata ini akan menjadi salah satu pilihan destinasi wisata favorit di Gunungkidul. (S. Yanto)

Komentar

Komentar