Gayeng: Balapan Truk Pasir dan Truk Sayur di Sirkuit

oleh -
drag race truk
Drag Race truk digelar di Lanud Gading. (istimewa)

PLAYEN, (KH),– Pada akhir pekan kemarin, Sabtu (12/6/2021), dan Minggu (13/6/2021), ada hal yang tidak biasa terjadi di lapangan udara Gading, Kapanewon Playen, Gunungkidul. Sebuah event balapan Drag Race digelar ditempat ini.

Uniknya, jenis kendaraan yang mengikuti lomba juga tergolong tidak lazim. Pesertanya adalah kendaraan jenis Truk yang biasa untuk mengangkut material pasir dan Truk pengangkut sayur mayur.

Penyelenggara event ini yakni Venture Sport Club (VSC). Event ini digelar dalam rangka VSC New Normal Drag Race 2021.

Najib Saleh, ketua penyelenggara event mengatakan, bahwa event balapan Truk ini adalah event pertama kali yang digelar di tanah air.

Najib menambahkan, bahwa ide ini berawal dari keprihatinan adanya stigma bahwa para pengguna jalan, khususnya Truk itu ugal-ugalan dan suka ngebut di jalanan umum.

“Drag Race ini kami selenggarakan untuk mencoba mewadahi hobi kebut-kebutan para pengemudi truk di jalanan,” terangnya saat ditemui di arena balapan, Minggu siang (13/6/2021).

Menurut Najib, Stigma pengguna jalan terhadap ngebutnya kendaraan jenis Truk di jalan umum itu wajar, karena hal itu memang sering terjadi.

“Truk pasir kosongan memang harus ngebut untuk mendapat antrian pengisian pasir, untuk Truk pengangkut sayur memang harus ngebut untuk mengejar pasar dan menjaga kualitas sayur tetap segar sampai ke pasar,” ungkap Najib.

Untuk itu, dengan hadirnya event ini diharapkan dapat mewadahi hobi para sopir Truk. Dengan begitu harapannya dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan umum.

Berawal dari hal itu, maka VSC mempunyai ide untuk menyalurkan hobi para pengemudi Truk, untuk balapan truk adu cepat di sirkuit balap.

“Drag Race ini khusus untuk jenis kendaraan Truk,  dan Truk yang digunakan balapan harus bermesin standar, jadi bukan mesin modifikasi,” lanjutnya.

Antusiasme peserta pada event ini sangat tinggi. Di lokasi acara tampak belasan Truk yang terparkir antri mengikuti lomba. Para peserta ini berasal dari wilayah DIY dan sekitarnya.

“Lintasan untuk lomba sepanjang 210 meter. Mesin Truk yang dipakai lomba harus standar, bukan modifikasi,” kata dia.

Dengan antusiasme peserta yang membludak, Najib menyebut, bahwa event semacam ini bisa digelar secara resmi, lantas menjadi event tahunan.

“Kami berencana memasukkan kelas kendaraan Truk dalam event VSC Drag Race tingkat Nasional, karena event kali ini yang bisa dikatakan baru uji coba, ternyata antusiasme peserta sangat tinggi,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu pengemudi truk, Abdul Hamid mengaku sempat deg-degan ketika memacu kendaraan Truk yang setiap hari biasa dia gunakan untuk mengangkut pasir.

“Saya memang biasa memacu kendaraan di jalan, tetapi dalam keadaan kosong. Ya bagaimana lagi, harus cepat untuk mengejar antrian pengisian,” terangnnya.

Menurut Halim, memacu kendaraan Truk di jalan umum dan di sirkuit sensasi rasanya berbeda.

“Saya malah merasa deg-degan, rasanya beda banget karena harus adu cepat dengan sesama Truk,” ujarnya.

Hamid mengaku, dirinya tertarik untuk mengikuti balapan Truk tersebut karena penasaran. Apalagi event ini baru kali ini digelar.

“Setahu saya, drag race diikuti oleh mobil sedan atau mobil kecil lainnya. Kalau tidak ya motor, lha ini kok balapan Truk, saya jadi penasaran dan ikut,” ujar Hamid lagi sambil tertawa.

“Kami berharap, ke depan event seperti ini bisa digelar lagi, teman-teman sopir yang lain juga merasa senang, hobi kami tersalurkan pada ajang resmi,” pungkas Hamid. (Edi Padmo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar