FPNB Angkat Isu Kearifan Lokal Dalam Karya Tulis

oleh -4602 Dilihat
oleh
Peserta Diskusi FPNB berfoto bersama. (Ummi Azura)
Peserta Diskusi FPNB berfoto bersama. (Ummi Azura)

WONOSARI, (KH)— Minggu (12/03), Forum Penulis Negeri Batu (FPNB) menggelar diskusi di Aula Rumah Dinas Wakil Bupati Gunungkidul.  Tema yang digagas adalah Penerapan Kearifan Lokal dalam Karya Tulis. Diskusi yang direncanakan digelar sebulan sekali ini diperuntukkan bagi semua kalangan, baik masyarakat umum, komunitas, dan penulis khususnya.

Diskusi kali ini diikuti oleh penulis, penerbit, guru, siswa, dan mahasiswa dari wilayah Gunungkidul dan sekitarnya. Hadir pula para perupa dari Ikatan Perupa Gunungkidul (IPG).  Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari cepatnya tanggapan peserta untuk ikut mendaftar dalam acara diskusi dalam tempo yang sangat cepat. Hanya dua hari untuk mendaftar para peserta. Pertanyaan-pertanyaan mengalir dari para peserta. Keingintahuan membuat diskusi semakin hangat dan akrab.

Isu Kearifan lokal diangkat sebagai upaya mengolah sumber daya spiritual lokal untuk menguatkan jati diri bangsa. Selain itu untuk lebih menguatkan nasionalisme dan rasa ‘handarbeni’ terhadap Gunungkidul oleh masyarakat, akan tanah tumpah darahnya.

Kaitannya dengan karya tulis, dalam mengangkat kearifan lokal, perlu adanya sensitivitas dalam melihat lingkungan. Papar Amirrudin Zuhri, jurnalis sekaligus penulis yang menjadi pemateri diskusi, dengan tulisan dapat mendorong ide pengolahan spirit lokalitas menjadi isu yang meninggalkan jejak tak terbatas waktu. Tak lekang oleh jaman, karena tulisan akan abadi.

“Di sisi lain, penulis yang tergerak untuk menuliskan apa yang menjadi kegelisahannya akan Gunungkidul saat ini, mendorong ide lokalitas sebagai inspirasi etos kerja untuk membumikan Gunungkidul,” Pungkas Amirrudin. (Umi Azzura)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar