Festival Karawitan Penggerak Bangkitnya Seni Karawitan

oleh -
Peserta Festival Karawitan Gunungkidul. Foto: Sarwo
iklan dispar
Peserta Festival Karawitan Gunungkidul. Foto: Sarwo
Peserta Festival Karawitan Gunungkidul. Foto: Sarwo

WONOSARI, (KH) — Festival karawitan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan di Bangsal Sewokoprojo Minggu (30/11/2014) merupakan penggerak bangkitnya seni karawitan di Gunungkidul. Festival Karawitan diikuti semua kecamatan yang ada di Gunungkidul.

Bangsa Sewokoprojo yang diguyur hujan sejak Sabtu malam, dan ketika festival dimulai, hujan masih turun rintik-rintik. Festival berlangsung lancar dengan suasana penuh alunan gamelan yang dimainkan para peserta.

Seorang juri dari RRI Yogyakarta yang ditemui KH menyatakan sangat puas melihat peserta festival memenuhi Bangsa Sewokoprojo. kendati hujan turun tak menyurutkan semangat peserta lomba. Peserta menggunakan seragam surjan beraneka warna, lengkap dengan keris yang menambah gagah para pengrawit.

Semantara di tengah-tengah mereka, duduk seorang waranggana yang mendendangkan Lelagon Wisata Gunungkidul karya Ki Sadipan dari Karangmojo, dan lagu pilihan Pangkur Laras Slendro Pathet Lima dan Pangkur Laras Pelog Pathet Barang.

Menurut Murdjono pengendang Pangkur Jenggleng, Gunungkidul memang gudangnya para seniman karawitan. Dulu, diprogramkan untuk lomba karawitan antar Kecamatan, tetapi tidak dapat berjalan. Katanya sulit untuk ketemu. Ternyata, sekarang bisa terlaksana Festival Karawitan. Delapan group yang sudah tampil semuaya baik. Waranggananya juga baik, bahkan masih muda-muda.

Secara terpisah waranggana yang ditemui KH, Endang Safitri dari Ponjong dan Darsih dari Trowono Kecamatan Paliyan, menyatakan sangat setuju dengan diadakannya festival, sebab dengan acara ini, banyak kelompok atau group karawitan saling berlomba untuk tetap berlatih.

Endang Safitri yang pernah menyandang waranggana terbaik tahun lalu, masih ikut lagi tidak semata-mata untuk merebut prestasi lagi, tetapi mengajak waranggana yang lain berlomba, berlatih dengan sungguh-sungguh agar jadi waranggana yang profesional.

Sementara, Darsih mengaku bahwa ia baru  sekali mengikuti festival karawitan untuk mencari pengalaman, syukur dapat meraih prestasi. ”Saya berawal dari nyanyi campursari mas, semoga dapat jadi waranggana yang baik,” ujarnya. (Sarwo/Tty)

Komentar

Komentar