Dukung Ketersediaan Pakan Ternak, DPP Bangun Dam Parit

oleh -
dam parit
Pembangunan Dam Parit di wilayah Kalurahan Plembutan, Playen. (dok. DPP Gunungkidul)

PLAYEN, (KH),Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul membangun Dam Parit di kawasan sungai yang melintas di Kalurahan Plembutan, Kapanewon Playen, Gunungkidul.

Dam Parit dibangun guna mendukung usaha sektor peternakan masyarakat. Dam Parit sediannya untuk menjaga ketersediaan air guna mendukung penanaman Hijauan Pakan Ternak (HPT) di wilayah setempat.

Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, saat musim hujan HPT di Gunungkidul melimpah. Namun, sangat kekurangan saat musim kemarau.

“Bahkan langganan mendatangkan HPT dari luar Gunungkidul,” kata dia, Senin (5/4/2021).

Membeli HPT dari luar Gunungkidul menjadi opsi yang mau tak mau diambil peternak Gunungkidul. Sebab, lahan milik peternak tak mampu ditanami HPT karena tidak tersedia air saat kemarau.

“Dam Parit menjadi sarana pemenuhan air untuk lahan penanaman rumput,” ujar Bambang.

Dengan kenyataan bahwa populasi ternak di Gunungkidul cukup tinggi, maka upaya penyediaan sarana yang menunjang kelangsungan ketersediaan HPT menjadi pilihan yang tepat.

“Populasi ternak khususnya sapi sejumlah hampir 152.000 ekor,” ungkapnya.

Bambang Wisnu Broto menambahkan, jika pembangunan Dam Parit sudah selesai hendaknya diikuti dengan penanaman rumput-rumputan pada lahan yang berada di samping aliran sungai.

“Dam Parit diharapkan mampu mengairi lahan minimal seluas 5 hektar,” imbuh Bambang.

Sementara itu Ketua Kelompok Ternak Lembu Makmur dari Kalurahan Plembutan, Giyatno mengatakan, wilayahnya merupakan daerah dengan populasi ternak yang banyak.

Selain banyak peternak, di wilayahnya juga terdapat pelaku usaha perdagangan ternak. Pedagang ternak, khususnya sapi telah lama memasarkan ternak ke luar DI Yogyakarta.

“Sebelum masa pandemi bisa mengumpulkan ternak sampai 100 ekor sapi dari Plembutan dan sekitarnya. Setiap bulannya dikirim ke luar DI Yogyakarta seperti ke Jakarta, Bandung, bahkan luar Jawa seperti Sumatra,” papar Giyatno.

Namun, sambungnya, saat ini jumlah pengiriman ke luar DIY menurun akibat pandemi Covid19. Dalam satu bulan ia mengirim sekitar 40 ekor sapi saja.

Dengan ketersediaan Dam Parit, pihaknya berharap dapat menunjang kelangsungan usaha kelompok ternak di wilayahnya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar