Dua Warga Gunungkidul Meninggal Dunia Akibat Leptospirosis

oleh -
Skema penularan penyakit leptospirosis. Dok: brawijaya hospital.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Dua warga Gunungkidul dilaporkan meninggal dunia akibat sakit karena leptospirosis.

Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Azis saat dihubungi melalui sambungan telepon Jumat, (25/3/2022) menyampaikan, dua warga meninggal dunia akibat sakit yang disebabkan bakteri leptospira interrogans yang dapat tersebar melalui urine dan darah hewan yang terinfeksi bakteri tersebut berasal dari Wonosari dan Girisubo.

“Selama 2022 sudah ada 9 kasus leptospirosis, dua meninggal dunia, 2 lainnya masih dalam perawatan,” kata Abdul Azis.

Dia menambahkan, untuk tahun 2021 terdapat 17 kasus lepstopirosis di Gunungkidul. Dari 17 warga yang terinfeksi, tercatat 4 diantaranya meninggal dunia. Keempat warga tersebut berasal dari Kapanewon Semin, Ngawen, Ponjong, dan Patuk.

Azis mengungkapkan gejala apabila seseorang terkena leptospiros diantaranya merasa demam, badan pegal-pegal di persendian.

Sebelum menginfeksi, bakteri umumnya masuk ke tubuh diantaranya melalui luka terbuka, mata, hidung dan mulut. Selain dapat tersebar melalui urine tikus, kucing, anjing, sapi, domba, dan babi.

Pihaknya menghimbau masyarakat yang bekerja di luar ruangan terlebih berair seperti sawah agar menjaga kebersihan, serta memakai Alat Pelindung Diri (APD) diantaranya sepatu boot dan sarung tangan.

“Jika memiliki luka harus lebih hati-hati. Upayakan membiasakan diri untuk hidup bersih dan sehat,” tukas Azis. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar