Dua Warga Gunungkidul Hari Ini Ditemukan Meninggal Gantung Diri

oleh -
ilustrasi bunuh diri
Ayo bantu cegah bunuh diri dengan peduli diri sendiri dan peduli sesama di dekat kita. Foto ilustrasi: Tribunjabar.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Kejadian gantung diri menimpa seorang warga Kabupaten Sleman. NG (53) ditemukan meninggal gantung diri di kandang kambing, di rumah kakaknya SG di Kapanewon Tepus, Gunungkidul, Kamis (29/7/2021).

Kejadian ini diketahui sekitar pukul 03.00 WIB, saat saksi yang sebelumnya mencari keberadaan korban, tidak menemukan di kamarnya.

Kapolsek Tepus, AKP Mursidiyanto mengatakan dugaan kuat korban mengakhiri hidupnya karena putus asa akibat sakit menahun yang dideritanya.

“Saksi merasa curiga, sebab korban sebelum tidur sempat berpesan agar tidak mencarinya jika tidak ada di kamar, korban bilang paling lagi di kamar mandi,” terang Kapolsek.

Pukul 03.00 WIB, saksi terbangun dan menengok korban di kamarnya, tetapi korban tidak ada. Merasa curiga saksi kemudian mencari di kamar mandi, tetapi juga tidak ada.

“Saat mencari di sekitar rumah, saksi menemukan korban tergantung di kandang kambing, saksi kemudian memberitahu kakak korban dan bersama warga kemudian melapor ke Polsek Tepus,” lanjut Kapolsek.

Polsek Tepus, bersama tim medis Puskesmas kemudian melakukan evakuasi dan pemeriksaan pada jenazah korban.

“Di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban meninggal murni karena bunuh diri, jenazah sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Kejadian kedua terjadi di Kapanewon Rongkop, K (70) warga setempat, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri pada Kamis (29/7/2021) sekitar pukul 04.45 WIB.

Korban ditemukan oleh istrinya T (69), sekitar pukul 04.45WIB, saat istrinya akan sholat Subuh. Korban meninggal gantung diri di blandar ruang dapur miliknya.

Kanit Reskrim Polsek Rongkop, Aipda Priyo menuturkan, saksi menemukan suaminya saat dia akan menuju kamar mandi, dan melewati ruang dapur.

“Saksi berniat sholat Subuh sekitar pukul 04.45 WIB. Saat akan lewat pintu dapur ternyata pintu terkunci dari dalam, kemudian saksi lewat pintu samping untuk menuju ke kamar mandi dan lewat dapur.
Karena kondisi gelap (lampu dapur Rusak) tanpa sengaja saksi menyenggol sesuatu yang menggantung,” terang Aipda Priyo.

Betapa kagetnya saksi saat mengetahui bahwa suaminya melakukan gantung diri. Saksi kemudian berteriak minta tolong.
Warga yang mendengar teriakan minta tolong segera berkumpul di rumah korban.

Anggota Polsek Rongkop dan petugas Puskesmas Rongkop yang mendatangi lokasi dan memeriksa jenazah korban tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.

“Menurut keterangan keluarga, beberapa tahun lalu, almarhum sudah pernah mencoba mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, tetapi gagal. Jenazah sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (Edi Padmo)

***

Catatan Redaksi:

1. Ayo bantu ringankan beban dan pulihkan keluarga terdampak bunuh diri, dan berhentilah mencemooh, mengolok-olok atau menghujat orang/keluarga penyintas dari bunuh diri. Kejadian bunuh diri adalah peristiwa kemanusiaan dan problema kita bersama, dapat menimpa siapa saja tanpa memandang status sosial, pendidikan, agama, jender, dan atribut-atribut lainnya.

2. Ayo bantu cegah bunuh diri di Gunungkidul dengan cara peduli kondisi fisik dan kejiwaan anggota keluarga, sanak saudara, dan sesama. Berikan bantuan kepada sesama yang memerlukan dukungan permasalahan kejiwaan atau kesejahteraan mental.

3. Menyambungkan sesama yang membutuhkan pertolongan problema kejiwaan dengan layanan kesehatan terdekat (Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit) atau layanan konseling kepada pemuka masyarakat dan pemuka agama setempat dapat menjadi upaya preventif mencegah bunuh diri.

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar