Dua PNS Terindikasi Tak Netral, Puluhan Warga Gedangrejo Geruduk Balai Desa

oleh -
Suasana Bale desa Foto: KH/Dwianjani
iklan dispar
Suasana Bale desa Foto: KH/Dwianjani
Suasana Balai desa Gedangrejo Foto: KH/Dwianjani

KARANGMOJO,(KH)–Puluhan warga Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo, mendatangi Balai Desa Gedangrejo pada Senin (05/10/2015) pagi. Kedatangan mereka untuk unjuk rasa atas sikap dua perangkat desa yang dituding memihak salah satu calon kades, dengan menunggangi program RTLH sebagai alat untuk menggiring warga.

Salah satu warga Walidi, menjelaskan, kemarahan warga berawal saat dua perangkat desa bernama Fendi yang menjabat sebagai Kesra, dan Parman sebagai pembantu carik yang meminta data RTLH  dan foto kepada sedikitnya 20 kepala keluarga di Desa Gedangrejo. Saat melakukan pendataan tersebut, sejumlah warga mengaku kedua perangkat desa tersebut juga turut menggiring agar warga yang didata mencoblos salah satu calon kepala desa.

“Diminta foto dan segala macam, padahal kita tahu, kalau dua orang itu njago calon incumbent,” ucap Walidi.

Sementara, saat melakukan mediasi yang melibatkan Camat Karangmojo, Supadma, Babinsa dan perangkat desa setempat, Supadma menjelaskan, tidak tahu menahu kebenaran adanya program tersebut. Ia menjelaskan, Pj Kades mengaku, bahwa ia mendapat kabar, bahwa diminta mempwrbarui proposal RTLH tahun 2015.

“Ini sudah ada indikasi pelanggaran oleh PNS. Apapun alasannya. Sebagai PNS, mereka tidak pantas untuk berpihak pada salah satu calon. Kalau berpihak, saya minta sekarang juga untuk mundur,” katanya.

Untuk diketahui, di Desa Gedangrejo terdapat sua calon kades, yakni calon incumbent, Agus Widodo dan calon baru Suminto. (Maria Dwianjani)

Komentar

Komentar