Dua Pesan Sultan Menyambut Hari Jadi Gunungkidul ke-190

oleh -
sri sultan hb x
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. (dok. Humas Pemda DIY)

WONOSARI, (KH),— Kamis, 27 Mei 2021 Kabupaten Gunungkidul genap berusia ke-190. Pada malam tirakatan Rabu, (26/5/2021) di Bangsal Sewokoprojo, melalui rekaman video yang disiarkan, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyampaikan sedikitnya dua pesan utama.

Pesan dan harapan tersebut, berkaitan dengan tema: Cancut Taliwanda dan launching perangko Geopark. Kata Sultan, cancut berarti menyingsingkan lengan baju. Kata tersebut memiliki makna bersegera menjalankan tugas.

“Karena cancut taliwanda merupakan reaksi cepat untuk menghadapi aksi pendadakan yang senyap tapi mengejutkan, sebagaimana ancaman COVID-19 seperti sekarang ini,” kata Sultan menegaskan pesan pertama.

Lalu ke dua, terkait Geopark Gunungsewu. Lanjut dia, perlu dipelihara kelestariannya melalui geokonservasi dan dimanfaatkan sebagai geotourism yang memuat fungsi konservasi, edukasi dan ekonomi.

iklan upk hari jadi

Teriring pesan dan harapan itu, pihaknya menyambut baik disertai penghargaan yang tinggi atas digelarnya peringatan Hari Jadi Kabupaten ke-190.

“Dengan harapan lanjut, agar masyarakat menjaga kekhasan karakteristiknya, dalam kehidupan yang guyub rukun, penuh tepa sarira dan bersifat toleran. Terhadap perbedaan dengan kerja gotong-royong untuk kemajuan bersama,” harap dia.

Ucapan atas dirgahayu Gunungkidul juga datang dari Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi MA. Heroe mengucapkan dan berharap masyarakat dan pemerintah dapat membagun kebersamaan dengan semangat seperti yang tertuang dalam tema cancut taliwanda.

“Semangat kebersamaan, semangat saling membantu, untuk meraih kemajuan. Kebersamaan didorong untuk mencapai satu tujuan keadilan dan kemakmuran bersama-sama demi majunya Gunungkidul,” harap Heroe.

Dalam kesempatan sambutan, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, menyampaikan keinginan agar sejarah Gunungkidul yang saat ini ada atau dimiliki Pemkab dikaji ulang. Sebab, dirinya mengaku mendengar ada beberapa kejanggalan.

“Agar secepatnya dikaji ulang. Nanti kami juga akan konsultasi dengan budayawan dan sejarahwan,” kata Sunaryanta.

Dalam kesmepatan sambutan pula, Sunaryanta memastikan adanya dinamika perkembangan yang terjadi sejak 1831 hingga 2021. Pemimpin sebelumnya dinilai telah menorehkan jasanya masing-masing.

“Tentu kami mengucapkan terimakasih kepada para pendahulu yang telah meletakkan dan memulai pembangunan di Gunungkidul,” kata dia.

Bersama segenap jajaran pemerintahan, pihaknya mengaku akan menjalankan amanah sebagai bupati.

“Mudah-mudahan upaya kami dapat mewujudkan Gunungkidul ke depan lebih makmur sejahtera dan berkeadilan. Itu obsesi kami di jajaran pemerintahan baik eksekutif dan legislative,” imbuhnya.

Pada periodesasi kepemimpinan yang masih tergolong sangat muda, pihaknya mengakui belum mampu menunjukkan kinerja sebagaimana yang termuat dalam visi misi yang pernah dijanjikan.

“Tapi kami yakin dengan semangat kebersamaan bersama seluruh elemen masyarakat, Pekerjaan Rumah (PR) berat pembangunan Gunungkidul dapat dicapai bersama,” tukas purnawirawan TNI ini. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar