Dua Kali Kalah, Persig Terhenti di Babak 6 Besar

oleh -
Persig
Pemain Persig membayangi pemain Sleman United pada laga penyisihan babak 6 besar Liga 3 DIY. (dok. Persig)
ucapan natal pemkab

YOGYAKARTA, (KH),— Dua kekalahan beruntun pada babak 6 besar Liga 3 DIY menyebabkan langkah Persig Gunungkidul terhenti, tak berhasil melaju ke babak semifinal. Klub kebanggan Gunungkidul kalah 0-1 melawan Satria Adikarta 12 Desember 2021 lalu.

Di stadion yang sama, Kridosono, melawan Sleman United, Kamis (16/12/2021) Persig kembali menelan kekalahan 1-0. Tak mendulang satu poinpun membuat Persig berada di posisi paling bontot. Dua tim lain yang berada di group yang sama, Sleman United dan Satria Adikarta dipastikan melenggang ke babak semifinal.

Pada Grup X pemuncak klasemen ditempati oleh Sleman United dengan 6 poin, dan posisi kedua diraih oleh Satria Adikarta yang mengoleksi 3 poin.

Dengan hasil ini, Satria Adikarta dipastikan bakal bertemu Mataram Utama FC, sementara Sleman United akan berhadapan dengan Bina Taruna yang sebelumnya telah terseleksi dari group Y.

Pelatih Persig, Pitus Suharto saat dihubungi banyak mengevaluasi kondisi yang dihadapi Persig. Diantaranya dinamika persiapan yang dialami pemain.

“Bisa latihan bersama full team hanya 1 minggu. Latihan tidak maksimal sebab satu lapangan untuk 3 tim,” kata Suharto, Kamis (16/12/2021) malam.

Kendala lain yang sangat berpengaruh yakni terkait kedisiplinan latihan. Kedisiplinan latihan pemain Persig sulit terwujud karena berbagai kendala. Ada yang kuliah dan juga kerja.

“Kami tim pelatih tidak mencari kambing hitam kegagalan, memang ini jalan terjal yang harus kami lalui. Kami mengucapkan terimakasih kepada pendukung Persig, maaf kami belum bisa berbuat banyak,” lanjut dia.

Dimintai analisa soal lawan di babak 6 besar, Suharto tak menyebut musuh jauh lebih berkualitas. Bahkan levelnya dianggap hanya biasa-biasa saja.

Hanya saja, pemain Persig khususnya skuad inti, saat melakoni laga banyak yang kondisinya tidak prima karena cidera. Sementara stok cadangan levelnya agak jauh, sehingga mempengaruhi ritme permainan Persig. Semangat bertanding ia juga nilai sedikit terganggu, praktis permainan tidak berkembang.

“Kedepan, jelas persiapan harus lebih dini, tidak seperti kemarin itu,” tukasnya. (Kandar).

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar