Ditolak Warga, Warga Positif Rapid Test Tak Jadi Diisolasi Di Gedung Kesenian

oleh -
Kades Baleharjo, Agus Setiawan dan warga menolak penggunaan Gedung Kesenian sebagai tempat isolasi warga yg positif rapid test. (istimewa)
kadhung tresno

WONOSARI, (KH),– Warga Desa Baleharjo menyampaikan protes dan menolak atas rencana penggunaan Gedung Kesenian di kompleks Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul sebagai tempat karantina warga yang positif rapid test.

Selasa, (28/4/2020) pagi belasan warga bersama Kepala Desa (Kades) Baleharjo mendatangi Gedung Kesenian. Sementara itu barang-barang dan prasarana penunjang karantina atau isolasi termasuk diantaranya kasur dan bantal telah dikirim ke lokasi tersebut.

Kades Baleharjo, Wonosari, Agus Setiyawan mengaku bahwa protes warga di sekitar lokasi Gedung kesenian cukup wajar. Keresah muncul karena tempat terebut akan digunakan untuk karantina sementara tanpa sosialisasi terlebih dahulu.

“Kenapa tiba-tiba? Sama sekali tidak ada koordinasi dari Pemkab. Hal ini kami serahkan kepada masyarakat mau setuju atau tidak,“ kata Agus Setiawan menawarkan ke warga yang datang apakah menyetujui atau tidak Gedung kesenian jadi tempat isolasi.

Alasan keresahan, ia sebutkan, salah satunya karena Gedung Kesenian dinilai tidak cukup aman. Sebab tanpa dilengkapi fasilitas medis memadai.

Menanggapi polemik tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengaku heran. Dirinya juga mempertanyakan rencana Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Gunungkidul mengenai pemilihan tempat isolasi berubah tanpa koordinasi.

“Saya, Bupati, Dandim, Kapolres dan Kajari, Sabtu, (25/4) mlm sudah menyetujui karantina atau isolasi di RS Saptosari. Kami belum diberikan klarifikasi Oleh Gugus Tugas kenapa pindah,” tanya Endah.

Dirinya menagku tidak tahu alasannya, apakah masih menunggu persiapan RSUD Saptosari atau karena hal lain. Di sisi lain, penolakan diyakini tidak akan timbul jika ada sosialisasi dan dialog.

Terpisah, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Immawan Wahyudi memastikan bahwa tempat isolasi warga yang positif rapid test tidak akan berubah. Meski sempat menyiapkan Gedung Kesenian sebagai tempat isolasi, namun urung dilakuakan. Karena setelah mendapat penolakan warga, koordinasi ulang kembali pada kesepakatan awal akan memanfaatkan RSUD Saptosari.

Komentar

Komentar