Diskusi Cabup, Pendidikan Mau Dibawa Kemana?

oleh -
Suasana sarasehan pendidikan di Bangsal Sewoko Projo, Foto: KH/ Kandar
iklan dispar
Suasana sarasehan pendidikan di Bangsal Sewoko Projo, Foto: KH/ Kandar
Suasana sarasehan pendidikan di Bangsal Sewoko Projo, Foto: KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)– “Pendidikan Gunungkidul, Mau dibawa ke Mana?”, ini lah tema yang diangkat oleh Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) bersama Patembayan Among Siswo (PAS) Gunungkidul dalam menyelenggarakan Sarasehan Pendidikan bersama Calon Bupati dan Wakil Bupati di Bangsal Sewoko Projo, Jum’at, (20/11/2015).

Disampaikan Kangsure Suroto Direktur Eksekutif YSKK, masyarakat Gunungkidul menuntut komitmen para kepala daerah terpilih untuk memprioritaskan kemajuan pendidikan. “Isu pendidikan kerap menjadi barang dagangan untuk mendulang dukungan, kami ingin mendorong komitmen politik kepala daerah untuk menjamin perbaikan kualitas pelayanan serta sarana dan prasarana pendidikan di Gunungkidul,” ujarnya.

Terkait visi terhadap pendidikan di Gunungkidul, secara bergantian Cabup/ Cawabup menyampaikan program prioritas pendidikan di Gunungkidul selama menjabat, sebagaimana disampaikan Cabup no urut 2, Benyamin Sudarmadi tidak mau anggapan masyarakat yang pernah didengarnya bahwa sekolah ora sekolah podo wae (sekolah atau tidak sama saja), ketika dirinya dipercaya memimpin berharap jangan sampai ada lagi.

Baginya, cita-cita seorang pelajar bahwa jika ingin jadi Dokter, Insinyur, atau jendral memang tidak salah, tetapi, kenapa jarang yang memiliki cita-cita menjadi ahli tukang las yang sukses, pengin jadi penjahit yang berhasil, atau penjual makanan sukses atau yang lain.

Sangat disayangkan, katanya, jika lulusan SMP merantau menjadi kuli bangunan atau pekerja kasar. Dirinya menekankan, hal tersebut terjadi karena miskinnya pendidikan ketrampilan di Gunungkidul. “Sekolah berbasis ketrampilan perlu ditingkatkan, dan harus diperhatikan,” tandasnya.

Terkait visi pendidikan, Cabup No urut 3, Djangkung Sujarwadi meyebutkan, program prioritas pendidikan meliputi program pendidikan Paud, pelaksanaan wajib belajar 12 tahun, pendidikan formal serta informal dan pendidikan bagi tenaga kependidikannya.

“Juga memperhatikan kesejahteraan para pendidik, serta mengoptimalkan sarana prasarana pendidikan,” ulasnya.

Lantas untuk pasangan No urut 4, perihal program pendidikan disampaikan oleh Wahyu Purwanto selaku calon Wakli Bupati, bahwa pembangunan pendidikan harus dimulai dari peningkatan budaya belajar dengan dukungan fasilitas yang memadai.

Menurutnya, keberhasilan dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari tiga sosok sentral yaitu, guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Oleh karena itu, permasalahan terkait tiga fungsi tersebut harus dibantu pemecahannya, antara lain; kenaikan pangkat guru, kepala sekolah dan pengawas menjadi salah satu bagiannya, kelancaran tunjangan kesejahteraan, kejelasan guru tidak tetap (GTT), menjadi prioritas yang harus dicarikan solusinya.

“Agar mereka sebagai tokoh pendidik bisa meningkatkan kualitas anak didik kita, disampaing pandai, juga berbudi pekerti. Selain memperhatikan pelaksanaan sekolah inklusi di tiap kecamatan juga mengembangkan pendidikan yang berbasis potensi daerah,” jelasnya.

Pantuan KH, hingga panitia kegiatan menutup sesi pertama usai, Cabup maupun Cawabup No urut 1 Badingah-Imawan belum hadir. (Kandar)

Komentar

Komentar