Diberi Polres, Tri Novi Tak Perlu Jalan Kaki 3 Km Untuk Pinjam HP Demi BDR

oleh -
Tri Novi Handayani menerima HP dari Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiawan. (KH)
iklan dispar

WONOSARI, (KH),— Kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) gara-gara Pandemi COVID-19 tak dapat dengan mudah diikuti semua siswa di Gunungkidul. Selain jaringan sinyal internet, kepemilikan gadget menjadi kendala bagi siswa kurang mampu.

Hal tersebut dialami pelajar kelas 8 SMP Negeri 2 Panggang, Gunungkidul, Tri Novi Handayani (16). Pelajar yang hanya tinggal bersama ibunya ini tak memiliki telepon pintar untuk mengakses materi pembelajaran dan tugas dari guru.

Beruntung, ada warga pemilik counter HP yang bersedia meminjamkan gawai agar anak dari Wakiyem (54) ini tidak ketinggalan pelajaran.

“Harus jalan kaki sejauh 3 km dari rumah ke tempat orang yang meminjamkan HP,” kata Tri Novi Handayani disela menerima bantuan HP dari Polres Gunungkidul, Jum’at, (14/8/2020) di halaman Mapolres.

Dirinya sangat berterimakasih kepada warga di Kalurahan Girimulyo, Kapanewon Panggang yang berbaik hati itu. Bahkan, tak hanya dipinjami HP, Novi juga dipersilahkan menggunakan kuota internet.

Novi mengaku sempat hendak memilih putus sekolah. Sebab, cukup lama Novi melakukan aktivitas jalan kaki untuk meminjam HP. Sekitar 4 bulan lamanya menjalani rutinitas itu nyaris membuatnya patah semangat.

Namun, peringatan HUT RI ke-75 dan HUT Polwan RI ke-72menjadi berkah baginya. Sebab, bertepatan dengan momentum tersebut Novi menjadi salah satu sasaran penerima Baksos. Novi mendapat bantuan gawai untuk menunjang kegiatan pembelajaran.

“Selain membagi 1.000 paket sembako, kami juga serahkan HP untuk pelajar,” kata Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiawan.

Menurutnya, Novi pantas menerima HP itu. Sebab, sangat disayangkan jika peserta didik yang berprestasi harus putus sekolah.

Tata Usaha (TU) SMPN 1 Panggang, Inti Prastiwi mengungkapkan, Novi merupakan anak pendiam namun cerdas. Mewakili pihak sekolah, ia mengucapkan terimakasih kepada jajaran Polres Gunungkidul yang memberikan bantuan HP.

Pihaknya mengaku apa yang dialami Novi belum lama diketahui pihak sekolah. Pihak sekolah juga mengetahui peserta didiknya mengalami kesulitan mengikuti BDR setelah viral di medsos. (Kandar)

Komentar

Komentar