Tak Lagi Manfaatkan Wisma Wanagama, Puskesmas Ponjong II Disiapkan Jadi Lokasi Karantina

oleh -
Penyerahan kembali wisma wanagama selepas dijadikan tempat karantina pasien reaktif rapid test. (KH)
kadhung tresno

GUNUNGKIDUL, (KH),– Wisma Wanagama tak lagi digunakan sebagai tempat karantina pasien reaktif rapid test warga Gunungkidul. Sebelumnya, melalui jalinan kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) selaku pemilik, Pemkab Gunungkidul memanfaatkan wisma sebagai tempat karantina.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki beberapa waktu lalu mengungkapkan, pihaknya menghabiskan anggaran sekitar Rp 155 juta untuk membiayai sewa Wanagama.

Menyesuaikam penggunaan selama dua bulan, pembayaran oleh Pemkab Gunungkidul dilakukan sebanyak dua kali.

“Pada bulan pertama biaya yang dikeluarkan Rp 103 juta. Lalu di bulan kedua mendapat diskon sehingga pembayarannya menjadi Rp 52 juta,” kata Edy.

Penyerahan kembali ke UGM ditandai dengan penyerahan kunci secara simbolis, Selasa, (11/08/2020) lalu. Dengan berakhirnya pemanfaatan wisma, Pemkab Gunungkidul merencanakan menggunakan Puskesmas Ponjong II sebagai ganti lokasi karantina.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty, puskesmas yang berada di Kalurahan Bedoyo itu layak dijadikan alternatif.

“Puskesmas Ponjong II akan ditingkatkan menjadi rumah sakit. Itu yang akan kita pakai meski gedungnya baru setengah jadi,” kata Dewi.

Diterangkan, kapasitas tempat tidur di Puskesmas tersebut tersedia 20 unit. Keberadaannya merupakan modal awal jelang penggunaannya pasca Wisma Wanagama dikembalikan. (Kandar)

Komentar

Komentar