Diberi Jamu, Joko Ambar Jadi Korban Perampasan

oleh -
Joko dalam perawatan. Foto : KH/Dwianjani
iklan dispar
Joko dalam perawatan. Foto : KH/Dwianjani
Joko dalam perawatan. Foto : KH/Dwianjani

NGLIPAR, (KH) — Joko Ambar (40) warga Pelemgadung, Sragen, ditemukan tidak sadarkan diri di pinggir tanjakan Ngrempak, Desa Kedungkeris, Nglipar Rabu pagi (26/08/2015). Joko saat ditanya oleh pihak kepolisian, mengaku menjadi korban penipuan oleh sejumlah orang yang baru saja ia kenal.

Joko Ambar memaparkan, ia baru saja akan pulang ke kampung halamannya di Sragen. Joko yang sebelumnya bekerja sebagai operator alat berat di Jayapura, Papua, bertolak dari tanah papua ke Bandara Adisutjipto pada Selasa (25/08/2015) sekitar pukul 05.00 WIT dan sampai di Jogja sekitar pukul 06.30 WIB. Sesampainya di bandara, ia bertemu seseorang yang mengaku bernama Herman dan memiliki rumah di Mantingan, Sragen. Saat itu, Joko yang hendak pulang, mengaku bingung lantaran tidak mendapatkan bus dengan jurusan alamat rumahnya. Di saat bersamaan, Herman mengajak Joko untuk bersama pulang menggunakan Avansa putih milik adiknya yang akan menjemput Herman di Bandara sekitar pukul 07.30 WIB. Dengan tawaran Herman, Joko percaya dan menerima tawaran Herman.

Saat di perjalanan, mobil yang ditumpangi Joko bersama lima orang lainnya (rekan Herman), berhenti di sebuah warung jamu sekitar 3 kilometer dari Bandara. Saat itu Joko mengaku diberi jamu jawa.

“Orang yang disamping sopir, bilangnya mau buang air kecil. Tapi, ketika kembali ke mobil, dia membawa jamu untuk penumpang yang ada di mobil,” ucapnya sembari mencoba mengingat apa yang terjadi pada dirinya.

Joko melanjutkan, ia masih sadarkan diri hingga mobil melaju melalui derah Klaten. Hingga akhirnya ia kehilangan kesadaran dan terbangun di sebuah kebun di daerah Kedungkeris.

“Saya sempat sadarkan diri, tapi saya jatuh lagi dan kembali pingsan,” imbuhnya.

Saat ditemukan warga, ia hanya membawa sebuah tas kecil dan dompet yang sudah dibawa isinya. Joko mengaku pulang membawa sebuah tas ransel berisi pakaian, tas plastik berisi kulit sapi, uang sebanyak 1 Juta, Hp Cross, dan kamera digital jenis canon.

Kapolsek Nglipar, AKP Kasiwon menjelaskan, Joko ditemukan oleh seorang warga bernama Ngatijan saat hendak mengantar sekolah anaknya. Saat ini kasus dalam proses pengembangan dan pihaknya sudah menghubungi pihak keluarga korban.

“Kalau ada perkembangan, bisa kita melanjutkan ke penyidikan,” tuturnya. (Maria Dwianjani)

Komentar

Komentar