Dialog Di Gunungkidul, Menteri Desa: Saatnya Kampus Terjun Dampingi Pembangunan Desa

oleh -
Foto bersama Mendes PDTT, Drs. Abdul Halim Iskandar, M.Pd.,, Rektor UNY, Prof Sutrisna Wibawa dan perwakilan Lurah se Gunungkidul. (KH/Kandar)
iklan dispar

SEMANU, (KH),– Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar dialog akademik ‘Kampus Desa dan Pengembangan Desa’ di kawasan Telaga Jonge, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu, (27/6/2020).

Dialog yang menghadirkan nara sumber Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Drs. Abdul Halim Iskandar, M.Pd., itu dihadiri perwakilan lurah dari masing-masing kecamatan se Gunungkidul.

Rektor UNY, Prof Sutrisna Wibawa mengatakan, agenda tersebut merupakan pengenalan awal untuk mengkolaborasikan perguruan tinggi dengan kalurahan demi percepatan pembangunan.

“Desa atau kalurahan adalah ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan karena bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Sutrisna Wibawa.

Ia ungkapkan, UNY sebagai perguruan tinggi mendapat amanah sekaligus arahan dari Menteri Desa PDTT untuk senantiasa bersinergi memperkuat Pemerintah Desa atau kalurahan. Sebab, jika desa kuat negara juga akan semakin kuat.

Sejalan dengan semangat sinergi kampus dan desa, UNY telah menghadirkan kampus di tengah masyarakat desa dengan membangun kampus di Gunungkidul.

Terlebih, lanjut Sutrisna, keberadaan kampus dapat menjadi “magnet” pembangunan bukanlah hal baru. Banyak wilayah maju pesat perekonomiannya dengan hadirnya kampus.

Dalam kesempatan tersebut Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar memaparkan, kehadiran kampus di desa dapat membantu pembangunan desa. Menurutnya, sudah saatnya kampus memikirkan desa melalui program ‘Kampus Desa’.

“Saya berharap, program Kampus Desa dapat diterapkan secara nasional,” harap Abdul Halim.

Komentar

Komentar