Desa Mertelu Menjadi Sasaran Program Replikasi Percontohan Pengurangan Kemiskinan

oleh -
GVG diharap perbaiki ekonomi masyarakat Gedangsari. KH
iklan dispar
GVG diharap perbaiki ekonomi masyarakat Gedangsari. KH

GEDANGSARI, (KH)— Setidaknya terdapat 5 desa di Gunungkidul menjadi sasaran program replikasi Desa Percontohan Pengurangan Kemiskinan. Pemilihan Desa Percontohan tersebut berdasarkan berbagai pertimbangan yaitu problem kerawanan pangan didominasi oleh aspek akses pangan, aspek ketersediaan pangan, dan aspek pemanfaatan pangan.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan menjadi penyebab dominan dalam problem kerawanan pangan di DIY terutama pada Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul. 5 desa di Gunungkidul ditetapkan oleh Gubernur berdasar analisa Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) dan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) DIY.

Lima desa tersebut diantaranya; Desa Mertelu Gedangsari, Desa Banyusoco Kecamatan Playen, Desa Kenteng, Kecamatan Ponjong, Desa Duwet Kecamatan Wonosari, dan Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari.

Dengan ditetapkannya sebagai Desa replikasi model Program Desa Percontohan Pengurangan Kemiskinan Dan Kerawanan Pangan, Kepala Desa Mertelu, Tugiman berharap permasalahan kemiskinan dan kerawanan pangan dapat dikurangi di wilayahnya.

“Kami berusaha mengatasinya melalui sektor pariwisata. Merupakan suatu keberuntungan Desa Mertelu memiliki destinasi yang layak diupayakan,” terang Tugiman, belum lama ini.

Dimilikinya Green Village Gedangsari (GVG) yang dilengkapi flaying fox terpanjang se Indonesia bahkan disebut se Asia Tenggara benar-benar dinanti menjadi jalan keluar pengurangan kemiskinan.

“Sektor wisata sepertinya menjadi pilihan yang strategis serta dapat berdampak dengan progress yang signifikan terhadap perbaikan ekonomi,” harap Tugiman. (Kandar)

Komentar

Komentar