Desa Kepek Saptosari Manfaatkan Sebagian Besar Dana Desa Untuk Pemberdayaan

oleh -
Desa Kepek, Saptosari. doc. Desa Kepek
iklan dispar
Desa Kepek, Saptosari. doc. Desa Kepek
Desa Kepek, Saptosari. doc. Desa Kepek

SAPTOSARI, (KH)— Berbeda dengan lainnya, Pada saat sebagian besar desa dalam memanfaatkan dana desa difokuskan kepada sektor fisik, namun tidak dengan Desa Kepek Kecamatan Saptosari. Alokasi anggaran yang direalisasikan desa dengan 6 padukuhan ini justru lebih besar mengarah pada sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal ini disampaikan Kades Kepek, Sudiyono beberapa waktu lalu, menurutnya masalah ekonomi yang dihadapi masyarakat jauh lebih mendesak daripada pembangungan fisik dan infrastruktur desa.

“Bukan tidak penting, tetapi prioritas kesejahteraan masyarakat lebih utama,” tegas dia.

Apabila dihitung secara prosentase, diperoleh angka sekitar 40 persen untuk sarana fisik sedangkan sisanya 60 persen digunakan untuk kegiatan non fisik, meliputi bidang kesehatan dan ekonomi produktif.

Sambung dia, pembangunan fisik yang dilakukan pun pada akhirnya mengarah pada pendongkrak ekonomi masyarakat, karena, dia mengungkapkan, pembangunan fisik yang dialokasikan untuk pasar desa dan Jalan Usaha Tani (JUT).

Pembangunan pasar jelas digadang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi , sedangkan JUT merupakan upaya desa membuka akses jalan yang menghubungkan antara pemukiman warga dengan ladang yang sebelumnya hanya berupa jalan setapak.

“Apabila sedang memanen, gotong-royong (Jawa: sambatan) mengusung panenan bisa sampai berhari-hari, karena sulitnya medan dan jarak antara letak ladang dengan jalan yang dapat dijangkau kendaraan pengangkut cukup jauh,” tutur Sudiyono.

Sedangkan alokasi non fisik atau untuk pemberdayaan beberapa kegiatan, bentuknya diantaranya untuk stimulant Kader kesehatan, Jumantik, Kader KB, Kader Posyandu Lansia dan Balita, PMT Balita, PMT ibu hamil, dan lansia.

“Kita akan memperbaiki generasi kita, selain itu kita laksanakan juga pelatihan ekonomi produktif berupa sablon, menjahit, rias pengantin, pembuatan pupuk organik, pelatihan pembuatan tas, dan pelatihan pande besi,” urai Sudiyono.

Dalam pelaksanaan berbagai pelatihan iapun menghendaki agar diikuti oleh golongan umur yang masuk kedalam kelompok usia produktif, dengan total dana desa sebesar Rp. 785.000.000 itu sebagian kecil juga menyasar bidang pendidikan PAUD dan bidang seni budaya. (Kandar)

Komentar

Komentar