Desa Budaya Girisekar Mengadakan Pagelaran Seni

oleh -
iklan dispar

PANGGANG, (KH) — Berbagai macam seni pertunjukan ditampilkan dalam rangka pagelaran seni yang diadakan di Desa Girisekar Kecamatan Panggang Rabu (9/10/2014). Acara tersebut digelar sebagai salah satu peran predikat yang melekat pada Desa Girisekar, yaitu sebagai salah satu Desa Budaya.
Disampaikan Anjar Gunantoro selaku Ketua Panitia Pelaksana, bahwa sebetulnya rencana pagelaran seni berupa pertunjukan tunggal kesenian jathilan kolosal, namun akhirnya banyak kesenian yang ditampilkan sebagai bentuk partisipasi dari kelompok-kelompok kesenian lokal yang memang eksis selama ini.
”Sebenarnya agenda hanya pertunjukan jathilan kolosal oleh group Turonggo Sekar Mudo yang dimainkan oleh 35 pemain dengan 15 pengiring, namun karena banyak yang ikut berpartisipasi sehingga cukup banyak yang ditampilkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, beberapa kesenian yang ikut tampil di antaranya, reog, gejog lesung, shalawatan, panaragan, karawitan anak, seni tari, dan diakhiri dengan pertunjukan wayang kulit dengan dua dalang sekaligus dalam satu kelir.
Purmadi Dwi Anggoro selaku pendamping Desa Budaya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DIY memberikan keterangan, salah satu fungsi sebagai desa budaya adalah untuk pemberdayaan seni yang ada di desa. Pihaknya akan terus mendampingi Desa Girisekar khususnya, dan Kecamatan Panggang pada umumnya, agar kesenian tradisional tidak sebatas dilestarikan namun juga dikembangkan.
Sejak pukul 14.00 WIB ratusan warga menyaksikan pagelaran seni yang dilaksanakan di lapangan Tlaga Gede, Girisekar Panggang. Acara dihadiri oleh perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul, Camat, dan Muspika Kecamatan Panggang, serta tokoh warga.
Selain sebagai pendamping Desa Budaya, dirinya juga ikut berpartisipasi pada pegelaran wayang kulit dengan bertindak sebagai dalang bersama Eko Prihastono, seorang dalang dari wilayah setempat. Mereka membawakan lakon Babat Alas Wanamarta.(Kandar/Tty)

Komentar

Komentar