Dandim: Tidak Ada Pengerahan Babinsa di Gunungkidul

oleh -
iklan dispar

WONOSARI,kabarhandayani.– Komandan Kodim 0730 Gunungkidul Letkol ARH Herman Toni menepis adanya bintara pembina desa (Babinsa) yang tidak netral yang dikumpulkan oleh koramil masing-masing wilayah untuk mengajak masyarakat memilih salah satu calon presiden dan wakil presiden dalam pilpres 2014 mendatang.

“Saya tegaskan, berita yang ada di salah satu media nasional itu hanya rumor yang tidak bisa dibuktikan kebenaranya,” kata Herman Toni kepada wartawan di kantornya, Jumat (6/6/2014).

Dandim 0730 mengaku sudah mengumpulkan seluruh Kepala Koramil se Gunungkidul untuk mengklarifikasi adanya berita yang dapat mencoreng citra TNI tersebut. Pihaknya berjanji akan menindak tegas anggotanya yang mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden saat pilpres 9 Juli nanti.

“Jika ada anggota yang tidak netral dalam pelaksanaan pemilihan presiden sangsinya adalah dipecat,” tegasnya.

Herman Tony menambahakan, pihaknya kini terus berkomunikasi dengan seluruh Babinsa dan melakukan himbauan untuk melaksanakan tugas secara profesional dan netral dalam kaitannya dengan pemilihan presiden (pilpres).

“Kegiatan rutin Babinsa memang melakukan pendekatan dengan masyarakat, bersosialisasi dengan masyarakat di wilayahnya masing-masing, itu sudah menjadi tugas keseharian prajurit, dan prajurit tau apa yang semestinya mereka kerjakan,” paparnya.

Diberitakan di media online kompas.com, Sekretaris Jendral Seknas Jokowi, Dono Prasetya di jakarta mendapatkan informasi bahwa di Gunungkidul ada pengumpulan anggota babinsa oleh koramil setempat, mereka diintruksikan untuk melakukan door to door ke masyarakat untuk mendukung calon presiden tertentu.

“Berita ini sebenarnya hanya kembangan dari kelompok tertentu untuk kepentingan mereka, sampai saat ini juga tidak ada pelanggaran yang dilaporkan ke Panwaslu, pada intinya jika ada anggota yang tidak netral sangsinya adalah pemecatan,” pungkas Dandim. (Juju/Hfs)

Komentar

Komentar